Dua Anak-anak Jadi Korban, Israel Targetkan Kendaraan di Jalan Raya Utama Israel

JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi kekerasan kembali mengguncang Lebanon setelah serangan udara Israel menghantam jalur pesisir selatan Beirut pada Rabu (13/5).

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa insiden tragis tersebut merenggut nyawa delapan orang, di mana dua korban di antaranya merupakan anak-anak.

Berdasarkan informasi dari sumber keamanan Lebanon, terdapat tiga serangan terpisah yang secara spesifik menargetkan kendaraan di jalur pesisir, sekitar 20 kilometer di selatan ibu kota. .

Lokasi ledakan ini tergolong jauh dari pusat konflik utama di Lebanon selatan, tempat bentrokan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah biasanya terkonsentrasi.

Momentum Perundingan yang Terganggu Insiden berdarah ini terjadi di tengah berlanjutnya ketegangan antara kedua belah pihak, tepat menjelang putaran ketiga perundingan Lebanon-Israel yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan bulan lalu, saling lempar serangan masih terus terjadi, terutama di wilayah perbatasan dan zona keamanan yang diduduki Israel.

Respons Militer Israel Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan di dekat Beirut tersebut. Namun, dalam pernyataan terpisah, mereka menyatakan tengah melakukan operasi terhadap infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan.

Sebelum melancarkan operasi militer tersebut, pihak Israel dilaporkan telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga di enam kota dan desa di wilayah selatan.

Serangan di jalur pesisir ini menambah daftar panjang korban sipil dan dikhawatirkan akan mempersulit upaya diplomasi yang sedang dibangun oleh mediator internasional.