JurnalPatroliNews – Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akan menggelar Sidang Tahunan pada Jumat, 15 Agustus 2025. Agenda tersebut akan digabung dengan Sidang Bersama DPR dan DPD, menjadi rangkaian peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengungkapkan bahwa sidang kali ini akan memuat penyampaian pidato kenegaraan Presiden RI sekaligus laporan kinerja tahunan dari sejumlah lembaga negara.
“Pidato ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 RI,” tutur Siti dalam keterangan resminya, Kamis (14/8/2025).
Sebanyak 1.250 undangan telah disebar, dengan estimasi 1.100 tamu akan memenuhi ruang sidang utama. Undangan resmi diberikan kepada presiden dan wakil presiden terdahulu. Beberapa tokoh yang telah memastikan hadir antara lain Susilo Bambang Yudhoyono, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, dan Boediono.
Para tamu terdiri dari tokoh nasional, pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri Kabinet Merah Putih, serta seluruh anggota MPR.
Selain pidato kenegaraan, Presiden Prabowo Subianto juga akan membacakan Nota Keuangan RAPBN 2026, yang disusun berdasarkan kesepakatan Sidang Paripurna DPR pada 24 Juli 2025. Dokumen tersebut memuat Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM) yang menjadi acuan kebijakan fiskal.
Proyeksi ADEM 2026 mencakup pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2–5,8%, inflasi 1,5–3,5%, kurs rupiah terhadap dolar AS Rp16.500–Rp16.900, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun pada level 6,6–7,2%, harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$60–80 per barel, serta target produksi (lifting) minyak 605–620 ribu barel per hari dan gas 953–1.017 ribu barel setara minyak per hari.














