JurnalPatroliNews | Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada tujuh tokoh TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan PRIMA, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Penganugerahan tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden RI Nomor 87/TK/Tahun 2026 dan diberikan sebagai penghargaan atas jasa, pengabdian serta kontribusi dalam mendukung kemajuan, pengembangan dan pembangunan TNI.
Prosesi berlangsung setelah Keppres dibacakan. Prabowo kemudian secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para penerima.
Tiga Tokoh Raih Bintang Mahaputera Adipurna
Tiga tokoh menerima Bintang Mahaputera Adipurna, yakni:
Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago,
Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan, dan
Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI yang juga diisi dengan pemeriksaan pasukan dan berbagai agenda kenegaraan.
Empat Petinggi TNI Terima Adipradana
Sementara itu, Bintang Mahaputera Adipradana dianugerahkan kepada empat pimpinan utama TNI.
Mereka adalah Jenderal TNI Tandyo Budi Revita selaku Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku KSAD, Laksamana TNI Muhammad Ali selaku KSAL, dan Marsekal TNI M. Tonny Harjono selaku KSAU.
Keempatnya saat ini berada pada posisi strategis dalam struktur kepemimpinan TNI sehingga pemberian tanda kehormatan tersebut sekaligus menjadi penghargaan atas pengabdian mereka dalam menjalankan tugas pertahanan negara.
Bukan Sekadar Seremoni
Penganugerahan Bintang Mahaputera menjadi salah satu bagian penting dari HUT ke-81 TNI.
Penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk pengakuan negara terhadap jasa dan pengabdian tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan serta penguatan institusi TNI.
Dalam konteks organisasi pertahanan, tanda kehormatan juga membawa pesan mengenai pentingnya loyalitas, profesionalisme dan rekam pengabdian dalam menjaga kepentingan negara.
Momentum Penguatan TNI
Penyematan tanda kehormatan berlangsung di tengah agenda besar HUT ke-81 TNI yang tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kesiapan organisasi, profesionalisme prajurit sekaligus komitmen TNI dalam menjalankan tugas pertahanan negara.
Presiden sebelumnya juga menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh persenjataan dan anggaran, tetapi juga oleh kualitas prajurit serta kedekatan institusi dengan rakyat.
Tujuh Nama dalam Keppres 87/TK/2026
Untuk kategori Bintang Mahaputera Adipurna, penerimanya adalah:
- Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago
- Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin
- Jenderal TNI Agus Subiyanto
Sedangkan penerima Bintang Mahaputera Adipradana:
- Jenderal TNI Tandyo Budi Revita
- Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
- Laksamana TNI Muhammad Ali
- Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Penganugerahan tersebut menempatkan tujuh tokoh TNI dalam satu momentum penghargaan negara sekaligus menjadi bagian dari catatan penting peringatan HUT ke-81 TNI.
Di Cilangkap, tanda kehormatan itu bukan hanya disematkan di dada para penerima, tetapi juga menjadi simbol penghargaan atas perjalanan pengabdian mereka kepada negara dan institusi pertahanan.












Komentar