Investor Wajib Tahu! Harga Emas Antam Awal Agustus Kompak Melemah

JurnalPatroliNews | Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memulai perdagangan pada Sabtu (1/8/2026) dengan pelemahan cukup tajam.

Setelah sempat bergerak stabil dalam beberapa hari terakhir, logam mulia kembali terkoreksi sehingga menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Berdasarkan informasi resmi dari Logam Mulia Antam, harga emas pecahan 1 gram turun Rp20.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya, sehingga kini dipatok di level Rp2.603.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback). Antam memangkas harga buyback sebesar Rp30.000, sehingga berada di posisi Rp2.368.000 per gram.

Dengan perubahan tersebut, selisih antara harga beli dan harga buyback masih mencapai Rp235.000 per gram, yang menjadi salah satu komponen penting untuk diperhitungkan investor sebelum melakukan transaksi jual maupun beli emas fisik.

Selain memperhatikan pergerakan harga, masyarakat juga perlu memahami ketentuan perpajakan yang berlaku dalam transaksi emas batangan.

Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, setiap transaksi pembelian maupun penjualan kembali emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Besaran tarif pajak berbeda berdasarkan status kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pemegang NPWP dikenakan tarif 0,25 persen, sedangkan pembeli atau penjual yang tidak memiliki NPWP dikenai tarif 0,5 persen.

Adapun daftar harga emas Antam pada perdagangan Sabtu (1/8/2026), sebelum dikenakan pajak, sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.351.500
  • 1 gram: Rp2.603.000
  • 2 gram: Rp5.156.000
  • 3 gram: Rp7.716.000
  • 5 gram: Rp12.830.000
  • 10 gram: Rp25.580.000
  • 25 gram: Rp63.785.000
  • 50 gram: Rp127.405.000
  • 100 gram: Rp254.660.000
  • 250 gram: Rp636.340.000
  • 500 gram: Rp1.272.400.000
  • 1.000 gram: Rp2.543.600.000

Pergerakan harga emas domestik umumnya dipengaruhi oleh dinamika harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta sentimen pasar keuangan internasional. Investor disarankan terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan investasi, terutama di tengah fluktuasi harga logam mulia yang masih cukup tinggi.

Komentar