JurnalPatroliNews – Jakarta – Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/11/2025).
Kunjungan ini merupakan salah satu langkah cepat TNI dalam memastikan kondisi warga sekaligus menilai kebutuhan penanganan darurat di kawasan yang terdampak langsung aktivitas vulkanik.
Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Zainul Bahar melihat dari dekat kondisi permukiman warga yang tertutup material vulkanik, akses jalan yang terputus, serta infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera.
Kasdam juga menerima laporan detail dari aparat di lapangan mengenai kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari logistik, peralatan evakuasi, hingga layanan kesehatan. Menurutnya, penanganan cepat harus terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan memperlancar proses distribusi bantuan.
Sebagai langkah konkret, rombongan TNI melaksanakan kegiatan bhakti sosial yang dipusatkan di titik kumpul pengungsi. Warga yang terdampak erupsi mendapatkan bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, selimut, perlengkapan anak, hingga layanan kesehatan lapangan.
Kehadiran TNI disambut hangat oleh pengungsi yang masih bertahan di beberapa lokasi aman. Banyak di antara mereka yang mengaku sangat terbantu, terutama dengan layanan kesehatan yang dibuka di area pengungsian.
Kasdam V/Brawijaya menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung pemerintah daerah dalam penanganan bencana Gunung Semeru. Mulai dari fase evakuasi, pelayanan kemanusiaan, hingga tahap pemulihan pascabencana akan terus dioptimalkan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat.
Ia berharap langkah bersama ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga yang terdampak sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seiring membaiknya kondisi wilayah.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa kedekatan TNI dengan rakyat terus diprioritaskan, terutama pada situasi darurat seperti bencana alam. Penanganan cepat, pelayanan kemanusiaan, dan kehadiran langsung di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat upaya pemulihan di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru.














