JurnalPatroliNews | Jakarta – Polisi mulai mengurai penyebab kebakaran yang melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Sedikitnya 10 orang telah dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan kebakaran yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) malam hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi ketika api pertama kali muncul.
“Kurang lebih saat ini baik dari interview langsung di lapangan sejumlah 10 orang,” ujar Reynold kepada wartawan.
Pemeriksaan tersebut masih dapat berkembang. Polisi akan mendalami keterangan saksi lain, khususnya mereka yang mengetahui kondisi gedung sebelum kebakaran maupun orang-orang yang berada di dalam gedung saat kejadian.
Penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan titik awal api sekaligus mencari tahu faktor yang menyebabkan kebakaran.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut Pramono, proses pemadaman berlangsung cepat setelah jajaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan puluhan armada dan personel ke lokasi.
“Alhamdulillah, berkat penanganan yang cepat dan sigap dari Damkar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta dengan 37 unit pemadam kebakaran dan 185 personel, sejauh ini dinyatakan tidak ada korban jiwa,” ujar Pramono.
Gedung tersebut diketahui tidak hanya digunakan oleh Bapenda DKI Jakarta. Sejumlah perangkat daerah lainnya juga berkantor di gedung tersebut, termasuk BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, serta Bank Jakarta.
Total terdapat sekitar 1.000 ASN yang aktivitas kerjanya terdampak akibat kebakaran.
Meski gedung mengalami kebakaran, Pemprov DKI memastikan sistem dan data perpajakan daerah tidak ikut terganggu.
Pramono menyebut data perpajakan DKI Jakarta telah memiliki sistem pencadangan secara digital sehingga dokumen dan informasi penting tetap terlindungi.
Gedung tersebut juga telah memiliki perlindungan asuransi.
“Kita pastikan data perpajakan DKI Jakarta aman karena sudah terbackup secara digital,” ujar Pramono.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan layanan perpajakan di Jakarta tetap dapat berjalan meski aktivitas perkantoran di gedung terdampak harus dialihkan.
Dampak berbeda dirasakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sistem Traffic Management Control (TMC)/Intelligent Traffic Control System (ITCS) yang berada di lantai 16 ikut terdampak kebakaran.
Akibatnya, pengaturan lampu lalu lintas yang sebelumnya dilakukan secara otomatis harus dialihkan menggunakan mekanisme manual.
Pemprov DKI perlu melakukan langkah cepat untuk memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan sistem pengendalian tersebut.
Untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan, Pramono menginstruksikan ASN yang berkantor di gedung terdampak agar menerapkan pola kerja alternatif.
Sebagian pegawai akan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) secara bergantian. Sebagian lainnya dapat berkantor di Suku Dinas wilayah kota maupun memanfaatkan aset milik Pemprov DKI lainnya.
Kebijakan tersebut dilakukan sembari proses investigasi dan penanganan gedung berlangsung.
Pemprov DKI bersama kepolisian masih melakukan koordinasi untuk memastikan penyebab kebakaran. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai sumber api maupun faktor yang memicu kebakaran.
Polisi akan terus mengembangkan pemeriksaan berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lokasi kejadian.















Komentar