JurnalPatroliNews | Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) membuka ruang perluasan kerja sama untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan layanan perbankan syariah, tetapi juga menyasar penguatan layanan pasar kerja, peningkatan kompetensi, pemagangan, hingga pemberdayaan tenaga kerja mandiri.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan BSI memiliki peluang menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas manfaat program ketenagakerjaan kepada pekerja, pencari kerja, maupun masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
“Kami melihat BSI memiliki potensi untuk menjadi strategic partner dalam pembangunan ekosistem ketenagakerjaan. Kerja sama ini dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi pekerja, pencari kerja, maupun pengembangan sumber daya manusia,” kata Cris dalam silaturahmi dengan jajaran BSI di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Kemnaker dan BSI sebelumnya telah membangun kerja sama melalui Kesepahaman Bersama tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa dan Produk Perbankan Syariah serta Kerja Sama dalam Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja yang ditandatangani pada 20 Maret 2025.
Kesepahaman tersebut berlaku selama tiga tahun dan mencakup peningkatan kapasitas serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia, termasuk pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah.
Kolaborasi kemudian diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Pasar Kerja Kemnaker dan BSI pada 20 April 2026.
Kerja sama itu mencakup penyediaan informasi pasar kerja, pemanfaatan platform Karirhub untuk memperluas penyebaran informasi lowongan pekerjaan, hingga penyelenggaraan seminar, walk in interview, dan publikasi bersama.
Menurut Cris, implementasi kolaborasi tersebut sudah mulai terlihat melalui pelaksanaan walk in interview di Pusat Pasar Kerja serta keterlibatan BSI dalam program Magang Nasional.
“Ke depan, kami ingin kerja sama yang sudah berjalan ini dapat diperluas melalui program-program yang lebih konkret dan sesuai dengan kebutuhan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Perluasan kerja sama Kemnaker dan BSI selanjutnya dapat diarahkan pada pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan peningkatan soft skill.
Sejumlah kompetensi yang dinilai relevan dengan perkembangan industri antara lain digital banking, customer service, pemasaran digital, serta sektor industri halal.
Kolaborasi juga dapat diperkuat di sisi pasar kerja melalui program job matching, career day/job fair, pengembangan talent pool, hingga kegiatan penempatan tenaga kerja.
Dengan model tersebut, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada penyediaan pelatihan, tetapi dapat mempertemukan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri
Selain pasar kerja formal, Kemnaker dan BSI juga membuka peluang kolaborasi dalam pemberdayaan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).
Program tersebut dapat dikembangkan dengan memanfaatkan ekosistem UMKM Center BSI, sehingga pelaku usaha tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang mendapatkan akses pendampingan dan pengembangan usaha.
Kolaborasi juga berpotensi diperluas bersama Politeknik Ketenagakerjaan, antara lain melalui program pemagangan mahasiswa, campus hiring, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman melalui seminar, webinar, dan kuliah tamu.
Cris menegaskan, setiap bentuk kerja sama harus diarahkan pada program yang konkret dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.
“Yang ingin kami bangun adalah kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Karena itu, setiap peluang kerja sama perlu diterjemahkan ke dalam program yang jelas, memiliki sasaran, dan dapat diukur implementasinya,” katanya.
Perluasan sinergi Kemnaker dan BSI diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pemerintah, dunia perbankan, pencari kerja, lembaga pendidikan, serta dunia usaha.
Dengan pendekatan tersebut, ekosistem ketenagakerjaan tidak hanya diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar semakin sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.















Komentar