JurnalPatroliNews – Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Penegasan ini disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap bertanggung jawab atas utang proyek Whoosh.
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menegaskan bahwa penyelidikan diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut.
“Kalau tidak ada, ya selesai. Namun, kalau ada, kami bisa sampaikan kepada presiden bahwa ini ada perbuatan yang dikualifikasi sebagai tindak pidana korupsi.
Ketika ada, tentunya presiden juga akan menerima,” ujar Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).
Menurut Tanak, penyelidikan proyek Whoosh penting untuk memberikan kepastian hukum dan menghindari spekulasi publik.
“Alangkah baiknya memang kalau ada penyelidikan, sehingga hasilnya memberikan kepastian hukum, apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa KPK memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyelidikan terhadap setiap dugaan korupsi, termasuk proyek besar seperti kereta cepat Whoosh.
“Penyelidikan tidak ada larangan. Tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Tanak mengungkapkan, sejauh ini beberapa pihak sudah dimintai keterangan, namun belum dapat dipublikasikan karena masih dalam tahap awal penyelidikan.
Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melalui kanal YouTube pribadinya menyebut adanya dugaan mark up biaya dalam proyek Whoosh.
Mahfud menyoroti adanya perbedaan besar biaya pembangunan antara Indonesia dan China, yakni sekitar US$ 52 juta per kilometer di Indonesia dibanding US$ 17–18 juta per kilometer di China.
“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. Itu mark up. Harus diteliti siapa yang dahulu melakukan ini,” kata Mahfud MD.
KPK sendiri telah mengonfirmasi bahwa penyelidikan proyek Whoosh sudah dimulai sejak awal 2025.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menanggung seluruh tanggung jawab atas keberlangsungan operasional dan pembiayaan proyek tersebut.
“Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya akan bertanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” ujar Presiden Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta.













