JurnalPatroliNews | Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memimpin langsung rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ke-59 di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
Agenda utama rapat tersebut difokuskan pada penyusunan langkah strategis partai dalam menghadapi ancaman krisis iklim global yang diperkirakan berdampak besar terhadap ketahanan pangan, ketersediaan air, dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Megawati hadir didampingi sejumlah pengurus teras partai, di antaranya Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dan Bintang Puspayoga. Kedatangannya disambut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus DPP sebelum rapat dimulai.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan dituangkan dalam instruksi resmi partai yang menjadi pedoman bagi seluruh struktur organisasi di berbagai daerah.
Menurut Hasto, langkah cepat tersebut diambil menyusul meningkatnya ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih lama dibandingkan siklus sebelumnya. Berdasarkan berbagai kajian dan data pemerintah, fenomena tersebut diprediksi terjadi sejak Mei 2026 hingga Mei 2027 dan berpotensi memicu kekeringan panjang, penurunan produksi pangan, hingga krisis ketersediaan air bersih.
“Ancaman terhadap sektor pangan dan sumber daya air harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, Ibu Megawati meminta seluruh kekuatan partai bergerak bersama melakukan mitigasi sebelum dampaknya semakin meluas,” ujar Hasto.
Sebagai tindak lanjut, DPP PDIP menerbitkan Surat Instruksi Nomor 1110/IN/DPP//2026 yang menggerakkan seluruh unsur Tiga Pilar Partai—meliputi struktur organisasi, anggota legislatif, dan kepala daerah dari PDIP—untuk menjalankan delapan langkah prioritas.
Instruksi tersebut mencakup edukasi penghematan air kepada masyarakat, pembangunan sarana penampungan air seperti embung, sumur resapan, dan tandon, pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan, pendampingan petani dalam menghadapi musim kering, pengawasan stok pangan, pelaksanaan kegiatan sosial berupa distribusi air bersih, hingga kewajiban pelaporan kondisi daerah secara berkala kepada DPP.
Selain mengantisipasi El Nino, PDIP juga memperkuat kebijakan lingkungan yang telah diterbitkan sebelumnya melalui Surat Instruksi Nomor 180/IN/DPP//2025 mengenai tata kelola sumber daya air.
Dalam kebijakan tersebut, seluruh kepala daerah dari PDIP diminta melakukan inventarisasi ulang seluruh mata air, mengevaluasi pemanfaatan sumber air oleh pihak swasta, mengedepankan prinsip pengelolaan air yang berkelanjutan dan berpihak kepada rakyat, serta menyampaikan laporan langsung kepada DPP sebagai bentuk pertanggungjawaban politik dan ideologis.
Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menegaskan bahwa kedua instruksi tersebut menunjukkan komitmen partai dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terencana, bukan sekadar bergerak ketika bencana telah terjadi.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan implementasi nyata semangat gotong royong yang menjadi landasan perjuangan partai dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup sekaligus memastikan ketahanan pangan dan sumber daya air tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim.
Melalui rapat strategis tersebut, PDIP menegaskan kesiapannya menggerakkan seluruh kader di berbagai tingkatan untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, menjaga stabilitas pangan nasional, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga tahun depan.















Komentar