JurnalPatroliNews – Jakarta -Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan dukungan penuh kepada Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan untuk merambah sektor Industri Pengolahan Susu dengan memproduksi susu UHT.
Langkah ini diambil agar KPBS Pangalengan dapat memperluas peran mereka dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pemerintah saat ini.
Saat meninjau lokasi di Kabupaten Bandung pada Senin, 22 Desember 2025, Menkop menekankan pentingnya pengembangan teknologi dari sekadar pasteurisasi menjadi lini produksi susu UHT.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ia memastikan bahwa Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap memberikan bantuan pembiayaan bagi KPBS Pangalengan dalam membangun infrastruktur industri yang baru.
Menkop juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi peternak sapi perah lokal dengan melarang impor susu bubuk skim yang selama ini membanjiri pasar industri. Menurutnya, jika koperasi mampu membangun industri pengolahan sendiri, maka produk susu dari peternak lokal akan terserap maksimal.
Selain itu, pemerintah berencana meningkatkan populasi sapi perah nasional guna memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar yang berkualitas.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara KPBS Pangalengan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayabaya 2 terkait pengadaan susu pasteurisasi untuk program MBG.
Menkop berharap koperasi dapat menjadi pilar utama rantai pasok dalam program nasional ini, tidak hanya untuk susu, tetapi juga kebutuhan pangan lainnya seperti sayur-mayur.
Ketua KPBS Pangalengan, Aun Gunawan, menjelaskan bahwa koperasi yang telah berdiri sejak 1969 ini kini memiliki lebih dari 4.500 anggota dengan total populasi 16 ribu ekor sapi.
Saat ini, KPBS mampu memproduksi 80 ton susu per hari dan telah mendistribusikan sekitar 700 ribu cup susu per bulan langsung ke sekolah-sekolah di bawah koordinasi 50 SPPG.
Dengan dukungan teknologi dan pembiayaan baru, KPBS optimis dapat terus meningkatkan standar mutu dan keamanan pangan demi kesehatan masyarakat.














