JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana di lingkungan akademik Universitas Hasanuddin (Unhas) mendadak gempar setelah seorang mahasiswi dari Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Jasad korban ditemukan tergeletak di atas permukaan aspal di dalam lingkungan kampusnya yang beralamat di kawasan Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (18/5) malam.
Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gowa, Ipda Muh Alfian, memaparkan bahwa korban yang diketahui baru menginjak usia 19 tahun tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang mahasiswa lain yang sedang melintas di lokasi kejadian.
Saat ditemukan, posisi tubuh korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum bisa memastikan secara sahih penyebab utama di balik kematian tragis sang mahasiswi. Penyidik masih mendalami segala kemungkinan medis dan hukum, termasuk dugaan apakah korban tidak sengaja terjatuh atau sengaja melompat dari lantai tiga area gedung kampus.
Guna menyingkap tabir perkara ini, aparat penegak hukum tengah gencar melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi mata.
Alfian menguraikan bahwa dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim identifikasi, petugas berhasil mengamankan beberapa properti dan barang-barang pribadi milik almarhumah di sekitar titik penemuan jasad.
Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya meliputi satu unit sepeda motor, tas, sepasang sepatu, serta perangkat telepon genggam milik korban.
Guna kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut dan demi mengetahui penyebab pasti dari kematian korban, jasad mahasiswi tersebut telah dievakuasi dan dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani prosedur autopsi menyeluruh oleh tim dokter forensik.
Isyarat Tekanan Mental dan Komunikasi Terakhir Korban Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, memberikan konfirmasi resmi yang membenarkan adanya musibah penemuan mayat mahasiswi di dalam area kampus tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihak manajemen kampus langsung mengawal proses evakuasi korban ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis.
Sebelum dilaporkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, korban diindikasikan kuat sedang berada dalam keadaan mengalami tekanan mental atau beban psikologis yang berat.
Indikasi tersebut mencuat lantaran korban diketahui sempat mengirimkan pesan digital berupa rekaman suara atau voice note serta kiriman video pendek yang ditujukan kepada rekan sejawat dan kedua orang tuanya.
Isi pesan terakhir yang tidak biasa tersebut sempat memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga. Orang tua korban bahkan dilaporkan sempat bergegas mendatangi kompleks kampus untuk melakukan pencarian bersama dengan teman-teman kuliah korban.
Namun, upaya pencarian tersebut sempat tidak membuahkan hasil karena keberadaan korban tidak kunjung terdeteksi di ruang-ruang kelas.
Pihak keluarga baru mengetahui keberadaan korban setelah mendapatkan informasi resmi dari pihak keamanan dan kepolisian bahwa sang anak telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pelataran aspal kampus.








