Museum Baru di Solo Hadirkan Fosil Asli Berusia Jutaan Tahun dari Tiongkok

JurnalPatroliNews | Solo – Kota Solo kini memiliki destinasi edukasi baru berskala nasional setelah Kementerian Kebudayaan meresmikan Tahir Solo Museum, Sabtu (25/7/2026).

Museum yang dibangun oleh Tahir Foundation di atas lahan seluas sekitar 5 hektare milik Pemerintah Kota Solo tersebut mengusung konsep yang memadukan sains, sejarah, teknologi, dan kebudayaan dalam satu kawasan.

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah kehadiran fosil asli Omeisaurus tianfuensis, dinosaurus berleher panjang yang dipinjam dari Zigong, Tiongkok. Fosil tersebut menjadi koleksi unggulan yang menyambut pengunjung di lantai pertama bersama instalasi tata surya dan koleksi batu meteor.

Ketua Tahir Foundation, Dato’ Sri Tahir, mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kota Solo sehingga pembangunan museum tersebut merupakan bentuk kontribusinya bagi kota kelahirannya.

“Saya lahir di Solo dan merasa sangat terhormat mendapat kesempatan membangun sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Solo. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya,” ujar Tahir saat peresmian.

Ia menjelaskan bahwa fosil Omeisaurus yang dipamerkan dipinjam selama enam bulan dari museum di Kota Zigong, Tiongkok. Namun, pihaknya akan mengupayakan perpanjangan masa peminjaman serta melakukan pembaruan koleksi secara berkala agar museum selalu menghadirkan pengalaman baru bagi para pengunjung.

“Fosil tersebut dipinjam selama enam bulan. Kami akan mengupayakan perpanjangan, sementara koleksi robotik, tata surya, dan berbagai atraksi lainnya juga akan terus diperbarui sehingga pengunjung selalu menemukan hal-hal baru,” jelasnya.

Selain koleksi fosil purbakala, museum ini juga menawarkan pengalaman edukatif melalui replika tata surya di lantai dua yang dilengkapi visualisasi planet, matahari, astronaut, serta berbagai media pembelajaran interaktif. Sementara lantai tiga menghadirkan wahana permainan berbasis teknologi robotik yang dirancang untuk menarik minat anak-anak dan generasi muda terhadap ilmu pengetahuan.

Tahap Kedua: President Center

Tahir juga mengungkapkan rencana pengembangan tahap kedua kawasan museum melalui pembangunan President Center, sebuah kompleks yang akan dilengkapi auditorium tertutup dan terbuka.

Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang penyelenggaraan forum internasional, seminar ilmiah, pertunjukan seni, hingga kuliah umum yang menghadirkan tokoh-tokoh dunia, termasuk peraih Hadiah Nobel, sehingga memperkuat posisi Solo sebagai kota pendidikan dan kebudayaan.

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi menyambut kehadiran Tahir Solo Museum sebagai tambahan destinasi wisata edukatif yang diyakini mampu meningkatkan daya tarik Kota Solo.

Ia menilai konsep museum yang memadukan unsur seni, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi akan menjadi sarana pembelajaran yang relevan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis edukasi.

“Ini merupakan berkah bagi masyarakat Solo. Museum ini diharapkan menjadi pusat pendidikan baru sekaligus destinasi wisata dan kebudayaan yang modern,” ujar Respati.

Dengan konsep yang terus berkembang serta koleksi yang diperbarui secara berkala, Tahir Solo Museum diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru Kota Solo, tetapi juga salah satu pusat pembelajaran dan rekreasi edukatif berskala nasional.

Komentar