Operasi Cepat Militer Pakistan Hentikan Ancaman Bom di Bannu

JurnalPatroliNews – Jakarta -Pasukan keamanan Pakistan berhasil menggagalkan aksi teroris yang hendak memasang alat peledak rakitan (IED) di Distrik Bannu, Khyber Pakhtunkhwa. Informasi tersebut dikonfirmasi Inter-Services Public Relations (ISPR), Dinas Humas Angkatan Darat Pakistan, pada Selasa (18/11/2025).

Menurut keterangan ISPR, pelaku tengah bersiap melancarkan serangan bom terhadap warga sipil ketika aparat melakukan tindakan cepat. Teroris tersebut dilumpuhkan di lokasi, sebelum sempat mengeksekusi rencana.

Menyusul kejadian itu, militer Pakistan menggelar operasi pembersihan di wilayah Bannu dan sekitarnya untuk menelusuri potensi jaringan teroris lain yang terlibat.

Insiden di Bannu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan India sejak serangan teroris di dekat Kota Pahalgam, Jammu dan Kashmir, pada 22 April 2025.

Serangan tersebut menewaskan 26 orang, termasuk seorang warga Nepal. Kelompok pemberontak Resistance Front mengklaim bertanggung jawab, sementara pemerintah India menuding Pakistan memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

Situasi memanas semakin memburuk ketika India meluncurkan serangan rudal ke wilayah Pakistan pada 7 Mei 2025 melalui operasi bersandi Sindoor.

New Delhi menyatakan bahwa serangan itu menyasar infrastruktur teroris. Namun pihak Pakistan melaporkan sedikitnya 31 orang tewas, sehingga memicu kecaman keras dari Islamabad.

Setelah saling serang, kedua negara akhirnya menyepakati gencatan senjata pada 10 Mei 2025. Meski demikian, India dan Pakistan masih saling menuduh pihak lain melakukan pelanggaran di sepanjang garis perbatasan.

Dengan kondisi keamanan yang rapuh, setiap insiden teror—termasuk upaya pemasangan IED seperti di Bannu—dinilai berpotensi memicu kembali eskalasi antara dua negara bersenjata nuklir tersebut.

Pemerintah Pakistan menegaskan komitmennya untuk terus menindak ancaman teror agar tidak memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.