Pasca-Diserang 8 Anjing Liar, Bocah 7 Tahun di Campaka Cianjur Jalani Trauma Healing

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kondisi kesehatan CS, bocah perempuan berusia 7 tahun asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mulai stabil setelah menjadi korban serangan brutal delapan ekor anjing liar.

Meskipun luka fisik pada sekujur tubuhnya berangsur membaik, peristiwa traumatis yang dialaminya saat pulang sekolah tersebut meninggalkan dampak psikologis yang mendalam. Otoritas desa setempat mengonfirmasi bahwa korban kini telah berada di rumah, namun kehilangan keceriaannya akibat trauma berat.

Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saripudin, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemulihan mental CS berjalan optimal. Pihak desa telah mengajukan permohonan pendampingan trauma healing agar korban bisa kembali bersosialisasi dan bersekolah dengan tenang.

Selain aspek psikologis, pemantauan kesehatan fisik juga tetap dilakukan secara rutin melalui kontrol ke rumah sakit guna memastikan tidak ada infeksi lanjutan pada bekas gigitan yang dialami korban.

Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr. Yuli, memberikan kepastian bahwa hingga saat ini tidak ditemukan gejala virus rabies pada tubuh korban. Langkah antisipasi cepat telah dilakukan sejak awal penanganan medis dengan pemberian vaksin antirabies (VAR) segera setelah kejadian.

Meskipun saat ini CS menjalani perawatan melalui instalasi rawat jalan, tim medis tetap melakukan pengawasan ketat sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap anjing-anjing liar yang menyerang korban di area perkebunan tersebut.

Kejadian yang menimpa siswi sekolah dasar ini bermula saat ia sedang berjalan kaki melewati perkebunan dalam perjalanan pulang sekolah. Secara tiba-tiba, kawanan anjing liar mengadang dan menyerangnya secara bersamaan hingga mengakibatkan luka koyak yang cukup parah di berbagai bagian tubuh.

Pihak rumah sakit memastikan seluruh tindakan medis awal telah diberikan secara maksimal, dan fokus saat ini beralih pada pemulihan jaringan kulit serta stabilitas emosional sang bocah agar dapat segera pulih sepenuhnya.