Pelarian Cucunya Berakhir di Banjarnegara, Jadi Tersangka Pembunuhan Dua Wanita di Patikraja

JurnalPatroliNews – Banyumas – Warga Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mendadak digemparkan oleh penemuan dua jasad wanita yang menjadi korban pembunuhan sadis.

Kedua korban diketahui merupakan seorang nenek lanjut usia berinisial K (80) bersama seorang gadis belia berinisial AA (18).

Pihak Kepolisian Sektor Patikraja menerima laporan awal dari masyarakat terkait penemuan mengerikan tersebut pada Jumat (12/6/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolsek Patikraja AKP Eko Sutanto mengonfirmasi bahwa kedua jasad ditemukan di area rumah milik korban K dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

Jasad gadis AA ditemukan di dalam sebuah kamar kosong tidak terpakai yang berfungsi sebagai gudang dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Sementara itu, sang pemilik rumah yakni nenek K ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar fasilitas sumur tua.

Proses evakuasi jasad nenek K dari dalam sumur membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan melibatkan tim bantuan dari Basarnas.

Penangkapan Kilat Pelaku Utama di Wilayah Banjarnegara

Tidak butuh waktu lama bagi aparat penegak hukum untuk mengendus keberadaan pelaku utama di balik peristiwa berdarah ini.

Aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pengejaran hingga berhasil meringkus terduga pelaku yang sempat melarikan diri ke luar daerah.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi menyatakan bahwa pelaku berinisial A alias D (24) berhasil diamankan petugas di wilayah Banjarnegara.

Penyelidikan mendalam dari Satuan Reserse Kriminal kemudian mengungkap tabir mengejutkan mengenai hubungan darah antara pelaku dengan korban.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan membenarkan bahwa pelaku A merupakan cucu kandung dari korban K yang tewas di sumur.

Hubungan Asmara Terlarang dan Misteri Motif Ekskusi

Di sisi lain, kehadiran korban AA di rumah tersebut sempat mengundang tanda tanya besar bagi warga sekitar yang sama sekali tidak mengenalnya.

AKP Ardi Kurniawan memaparkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban AA diketahui berstatus sebagai selingkuhan dari pelaku A.

Muncul dugaan kuat di lapangan bahwa pelaku A sebenarnya sudah memiliki pasangan resmi atau menikah, namun hal tersebut masih didalami petugas.

Berdasarkan reka kronologi sementara, pelaku sengaja membawa perempuan simpanannya itu berkunjung ke kediaman sang nenek.

Nahas, pertemuan di rumah tersebut justru berakhir dengan aksi eksekusi brutal di mana pelaku menghabisi nyawa AA dan menyembunyikannya di gudang.

Diduga demi menghilangkan jejak saksi mata atau karena alasan lain, pelaku juga tega menghabisi nenek kandungnya sendiri lalu membuangnya ke sumur.

Hingga saat ini, tim penyidik Polresta Banyumas masih terus memeriksa pelaku secara intensif guna menguliti motif utama di balik pembunuhan ganda ini.

Komentar

Berita Lainnya