Pemkot Bekasi Siapkan Tampungan Air di Crossing Tol untuk Kurangi Risiko Genangan

JurnalPatroliNews | Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan langkah penanganan genangan di kawasan Jatibening melalui rencana pelebaran saluran dan pembangunan long storage atau tampungan air. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sekaligus menampung air sementara ketika hujan deras.

Rencana itu mengemuka setelah Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau sejumlah titik rawan genangan bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Sabtu (24/10/2026).

Peninjauan dilakukan di kawasan Simpang Lima, Jalan Raya Caman, hingga Jatibening Permai RW 11. Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan sejumlah bagian saluran yang menyempit sehingga berpotensi menghambat kelancaran aliran air saat curah hujan meningkat.

Tri mengatakan, penanganan perlu dilakukan dengan memperhatikan kapasitas saluran dan ketersediaan tampungan air. Karena itu, Pemkot Bekasi menyiapkan rencana pelebaran saluran serta pembangunan long storage di kawasan persilangan atau crossing tol.

“Kita lihat ada penyempitan saluran yang membuat aliran air tidak maksimal. Karena itu kita siapkan pelebaran saluran dan long storage di kawasan crossing tol,” kata Tri.

Tampungan Air Disiapkan untuk Kurangi Beban Saluran

Long storage direncanakan menjadi bagian dari sistem pengendalian air dengan menampung air untuk sementara waktu. Skema ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban aliran pada saluran ketika hujan deras terjadi.

Penanganan tersebut diharapkan memberi manfaat bagi kawasan Jatibening Permai, Pondok Gede Permai (PGP), dan wilayah sekitarnya yang turut menghadapi persoalan genangan.

Tri meminta BMSDA memastikan perencanaan teknis memperhitungkan keterhubungan antarsaluran, kapasitas tampungan, serta jalur pembuangan air setelah hujan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur drainase harus dirancang sebagai satu sistem yang saling terhubung.

Ia menegaskan, penanganan genangan tidak cukup hanya dengan memperbesar saluran di satu titik. Aliran air dari hulu hingga hilir perlu diperhitungkan agar perbaikan di suatu kawasan tidak justru memindahkan persoalan ke wilayah lain.

Karena itu, perencanaan pembangunan perlu memastikan air dapat mengalir menuju titik pembuangan dengan kapasitas yang memadai.

Warga Diajak Menjaga Fungsi Saluran

Selain menyiapkan penanganan infrastruktur, Tri mengajak masyarakat berperan menjaga fungsi saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, upaya pemerintah membangun dan memperbaiki infrastruktur perlu diimbangi dengan kepedulian warga agar saluran tetap berfungsi dengan baik.

“Saluran harus kita jaga bersama. Pemerintah membangun infrastrukturnya, masyarakat ikut menjaga dan memastikan saluran tetap berfungsi,” ujarnya.

Rencana pelebaran saluran dan pembangunan long storage tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi meningkatkan kapasitas pengendalian genangan di kawasan Jatibening dan sekitarnya. Tahapan pelaksanaan, jadwal pengerjaan, serta kapasitas tampungan yang akan dibangun masih perlu dipastikan melalui keterangan teknis lebih lanjut dari pihak terkait.

Komentar