JurnalPatroliNews – Jakarta -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berencana kembali menggelar Challenge Downgrade Ukuran Bajumu 3.0 pada 2026. Program ini menjadi bagian dari kampanye hidup sehat yang dikemas secara sederhana namun menarik, yaitu dengan mendorong masyarakat menurunkan ukuran baju sebagai indikator perubahan gaya hidup.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyampaikan bahwa program tersebut masih akan dilanjutkan dan dikembangkan.
Namun ia mengingatkan agar peserta tidak hanya fokus pada penurunan ukuran baju selama periode tantangan, melainkan menjadikannya kebiasaan yang berkelanjutan.
“Insyaallah kami akan adakan lagi. Tetapi jangan sampai setelah challenge selesai ukuran baju naik kembali karena berat badan naik. Ini tentu tidak baik untuk kesehatan,” ujar Ali di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (23/11/2025).
Ali menjelaskan bahwa tantangan yang sudah berlangsung tiga kali sejak 2023 itu merupakan inovasi Dinas Kesehatan dalam mengajak masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), dan mahasiswa menjalani pola hidup sehat dengan cara yang menyenangkan dan terukur.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Jakarta perlu terus aktif agar tidak terjebak dalam gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik.
Challenge Downgrade Ukuran Bajumu 3.0 sendiri menjadi ajang kompetisi dengan diri sendiri, mendorong peserta untuk menyingkirkan kebiasaan kurang sehat dan memperbaiki rutinitas harian.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan 4.340 peserta mendaftar dalam tantangan tersebut, dengan 2.761 orang yang benar-benar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dari jumlah itu, 1.241 peserta dinyatakan berhasil menuntaskan semua persyaratan selama enam pekan.
Empat poin utama tantangan meliputi jalan kaki minimal 7.500 langkah per hari, menerapkan pola makan sehat “Isi Piringku”, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, serta melakukan cek kesehatan mingguan di fasilitas kesehatan.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Dwi Oktavia, berharap kebiasaan baik yang terbentuk selama mengikuti tantangan tersebut dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya kebiasaan baik ini bisa dipertahankan sehingga masyarakat Jakarta semakin sehat, produktif, dan siap menyongsong Jakarta sebagai kota global,” ujar Dwi.














