JurnalPatroliNews – Jakarta – Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh video yang merekam aksi heroik seorang dokter anak dalam menangani situasi darurat medis di kabin pesawat. Penumpang perempuan yang berprofesi sebagai dokter tersebut secara sukarela memberikan pertolongan pertama kepada seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang-kejang.
Peristiwa yang mengundang simpati dan pujian luas dari warganet ini dikonfirmasi oleh manajemen PT Citilink Indonesia sebagai kejadian nyata yang terjadi dalam salah satu rute penerbangan mereka.
Head of Corporate Secretary and CSR Division PT Citilink Indonesia, Tashia Scholz, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada penerbangan QG 990 dengan rute Jakarta menuju Bengkulu. Menariknya, peristiwa medis ini terjadi saat proses boarding masih berlangsung dan posisi pesawat masih berada di darat.
Begitu balita tersebut menunjukkan gejala kejang, kru pesawat segera berkoordinasi dengan penumpang yang memiliki keahlian medis. Beruntung, terdapat seorang dokter anak dalam manifes penumpang yang langsung sigap membantu menangani kondisi kritis tersebut.
Dalam penanganannya, dokter tersebut bekerja sama erat dengan kru kabin untuk menyiapkan peralatan darurat yang tersedia di pesawat. Berkat intervensi medis yang cepat dan tepat, kondisi kesehatan sang balita berangsur-angsur membaik dan dinyatakan stabil.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di tempat, dokter tersebut memberikan lampu hijau bahwa bayi tersebut layak dan aman untuk melanjutkan perjalanan udara. Orang tua bayi pun menyatakan kesediaan mereka untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju destinasi akhir.
Penerbangan QG 990 akhirnya lepas landas pada pukul 10.45 WIB dan mendarat dengan selamat di Bengkulu pada pukul 11.50 WIB. Pihak Citilink menegaskan bahwa meskipun terjadi situasi darurat, seluruh prosedur keselamatan, keamanan, dan administrasi dokumen perjalanan telah dijalankan sesuai dengan regulasi penerbangan yang ketat.
Manajemen maskapai juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan sukarela dari penumpang dokter tersebut yang telah memastikan keselamatan nyawa sesama penumpang di atas armada mereka.














