Anita juga menyebut nama-nama tokoh yang selama ini menjadi penguat gerakan Perwatusi, antara lain, Mufida Jusuf Kalla, Anita Chairul Tanjung, Yanti Rinaldi, Prof. Dr. dr. Ichamsyah A. Rahman, Sp.OG (K), Prof. Dr. dr. Nicolaas C. Budhiparama, Sp.OT, FICS, Lies Purnomo Yusgiantoro, dr. Sri Kusumo Amdani, SpA(K), MSc, Farhad Brachma, Alwiesma A. Rahman, Sri Romadhiyati Harmoko, Nani Supolo, dr. Siti Annisa Nuhoni, Sp.RMK, dan Denny Admiral Nasir.
“Juga Ibu Devi Panjaitan, Ibu Eddy, dan Ibu Indra. Mereka semua adalah inspirasi dan penguat bagi kami dalam menjalankan program pendampingan masyarakat agar dapat hidup sehat dengan tulang yang kuat,” ungkap Anita.
Menuju Gerakan Nasional Peduli Osteoporosis
Kegiatan HON 2025 ini diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan tahunan, melainkan menjadi awal lahirnya Gerakan Nasional Peduli Osteoporosis Indonesia yang berkelanjutan. Perwatusi berkomitmen memperluas edukasi hingga ke daerah-daerah melalui pelatihan, penyuluhan, dan kampanye publik.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lintas generasi, Perwatusi, Perosi, dan para mitra berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tulang semakin meningkat, sehingga angka kejadian osteoporosis di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.
“Karena tulang yang kuat adalah fondasi bagi bangsa yang kuat, sehat, dan produktif,” tutup Anita A. Hutagalung dengan penuh optimisme.*














