Peringatan Marco Rubio untuk Havana: Kuba Harus Khawatir Usai Kejatuhan Maduro

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan fakta baru terkait operasi militer yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela. Dalam wawancara terbaru, Trump mengeklaim bahwa sejumlah besar warga negara Kuba tewas dalam serangan tersebut.

Menurutnya, para warga Kuba tersebut kehilangan nyawa karena terlibat langsung dalam upaya melindungi Maduro saat pasukan elite Amerika Serikat merangsek masuk ke pusat kekuasaan di Caracas.

Meskipun mengeklaim adanya korban jiwa dari pihak Kuba, Trump tidak merinci angka pasti jumlah kematian tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa dari pihak militer Amerika Serikat tidak ada satu pun personel yang tewas dalam operasi itu.

Trump menilai keterlibatan personel keamanan dan penasihat asal Kuba di lingkaran dalam Maduro adalah langkah yang tidak tepat dan berujung fatal bagi mereka sendiri.

Kuba dan Venezuela memang dikenal sebagai sekutu ideologis yang sangat erat di kawasan Amerika Latin. Selama ini, Kuba sangat bergantung pada pasokan energi dan dukungan ekonomi dari Venezuela, sementara sebagai imbalannya, Havana mengirimkan ribuan tenaga medis hingga penasihat militer dan keamanan untuk memperkuat rezim Maduro.

Trump menyindir ketergantungan ini dengan menyebut bahwa upaya perlindungan Kuba terhadap Venezuela kali ini sama sekali tidak berhasil.

Senada dengan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut memberikan peringatan keras kepada pemerintah di Havana.

Rubio mengisyaratkan bahwa jatuhnya Maduro harus menjadi alarm peringatan bagi pemerintahan Kuba yang juga sedang menghadapi tekanan ekonomi hebat. Namun, Trump memastikan bahwa Washington tidak memiliki rencana untuk melakukan aksi militer langsung terhadap Kuba, karena ia meyakini negara tersebut akan runtuh dengan sendirinya akibat krisis internal.

Hingga saat ini, baik pemerintah Kuba maupun sisa-sisa pemerintahan Maduro di Venezuela belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun status warga negara mereka yang berada di titik serangan.

Dunia internasional kini tengah menanti data resmi mengenai dampak kemanusiaan dari operasi militer kilat yang telah mengubah peta politik di Amerika Selatan tersebut.