JurnalPatroliNews | Munich — Penerbangan Vietnam Airlines dari Munich, Jerman, menuju Hanoi, Vietnam, harus berbalik arah setelah pesawat Boeing 787 mengalami sejumlah peringatan teknis tak lama setelah lepas landas, Minggu (16/8/2026) waktu setempat.
Pesawat tersebut sempat mengudara selama lebih dari dua jam sebelum kembali ke Bandara Munich. Prosedur tersebut dilakukan untuk mengurangi bahan bakar sebelum pesawat mendarat kembali dengan aman.
Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV), sistem pesawat memberikan peringatan yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya tail strike, yakni bagian belakang pesawat menyentuh atau berpotensi menyentuh landasan saat proses lepas landas.
Peringatan lain juga muncul terkait tekanan ban yang rendah.
“Setelah lepas landas, peringatan muncul yang mengindikasikan adanya kontak antara bagian ekor pesawat dan landasan pacu serta tekanan ban yang rendah,” kata CAAV dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Vietnam.
Data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 juga menunjukkan pesawat sempat melewati ujung landasan ketika melakukan proses lepas landas.
Vietnam Airlines sebelumnya menyatakan pesawat kembali ke Munich akibat persoalan teknis.
Maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat.
“Seluruh 271 penumpang dan 16 awak pesawat selamat,” ujar juru bicara Vietnam Airlines.
Tidak ada laporan mengenai korban dalam insiden tersebut.
Namun, setelah mendarat, pesawat tidak dapat bergerak meninggalkan landasan pacu utara Bandara Munich dengan tenaga sendiri.
Kondisi tersebut membuat pesawat tetap berada di lokasi dan sempat berdampak terhadap aktivitas operasional bandara.
Insiden tersebut kini menjadi perhatian otoritas penerbangan kedua negara.
CAAV menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas investigasi Jerman untuk memperoleh informasi mengenai kejadian sekaligus mendukung proses penyelidikan.
“Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam saat ini berkoordinasi dengan otoritas investigasi Jerman untuk mengkoordinasikan upaya dan meminta informasi segera mengenai insiden tersebut serta proses penyelidikannya,” kata CAAV.
Sesuai ketentuan penerbangan internasional, otoritas Jerman akan memimpin penyelidikan terhadap insiden yang terjadi di wilayah negaranya.
Sementara itu, Dewan Vietnam untuk Investigasi Insiden Serius dan Kecelakaan Pesawat akan turut memberikan dukungan dalam proses penyelidikan.
Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap secara lebih rinci penyebab munculnya peringatan teknis, kondisi pesawat saat lepas landas, hingga faktor yang menyebabkan pesawat tidak dapat bergerak menggunakan tenaganya sendiri setelah mendarat.
Vietnam Airlines juga mengambil langkah untuk menangani penumpang yang terdampak akibat insiden tersebut.
Maskapai menyiapkan penerbangan alternatif melalui penerbangan Vietnam Airlines maupun maskapai lainnya agar perjalanan penumpang menuju tujuan dapat kembali dilanjutkan.
Bagi penumpang yang masih harus menunggu penerbangan pengganti, maskapai menyediakan akomodasi, makanan, serta transportasi darat.
Insiden tersebut menjadi perhatian karena melibatkan Boeing 787 pada fase kritis penerbangan. Meski seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat, proses investigasi tetap diperlukan untuk memastikan faktor teknis maupun operasional yang menyebabkan pesawat harus kembali ke Munich.
Otoritas penerbangan Jerman bersama pihak terkait dari Vietnam kini akan menelusuri rangkaian kejadian tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.












Komentar