JurnalPatroliNews | Kubu Raya – Proses demokrasi di tingkat desa kembali berlangsung dengan lancar di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Melalui Musyawarah Desa dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) yang digelar pada Sabtu (25/7/2026), Rajali Ahmad berhasil memperoleh kepercayaan mayoritas pemilih dan resmi terpilih sebagai Kepala Desa PAW.
Pemungutan suara yang berlangsung di Kantor Desa Rasau Jaya Umum berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengawasan dari berbagai unsur pemerintahan dan aparat keamanan.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Rajali Ahmad yang maju sebagai calon nomor urut 1 memperoleh 145 suara, unggul atas dua kandidat lainnya. Sementara Wanda memperoleh 87 suara, sedangkan Rudi Hartono mendapatkan 12 suara. Panitia juga mencatat terdapat 3 suara tidak sah.
Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan ini tergolong tinggi. Dari 250 pemilih yang memiliki hak suara, sebanyak 247 orang hadir dan menggunakan hak pilihnya, sementara hanya 3 pemilih yang tidak hadir.
Seluruh tahapan pemungutan hingga penghitungan suara dilaksanakan secara terbuka sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa.
Musyawarah Desa tersebut dihadiri oleh Camat Rasau Jaya, jajaran Polsek Rasau Jaya, Penjabat Kepala Desa Rasau Jaya Umum, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), panitia penyelenggara, tokoh masyarakat, serta para peserta pemilih yang memiliki hak suara.
Usai dinyatakan sebagai pemenang, Rajali Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi dan memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin desa.
“InsyaAllah saya akan menjalankan amanah ini sebaik-baiknya demi kemajuan Desa Rasau Jaya Umum. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu membangun desa tanpa membedakan pilihan pada saat pemilihan,” ujar Rajali.
Kemenangan Rajali Ahmad disambut positif oleh masyarakat yang berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan nyata bagi desa. Sejumlah harapan disampaikan warga, mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel, hingga terciptanya pemerintahan desa yang inklusif serta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Pelaksanaan pemilihan yang berlangsung aman dan tertib juga menjadi gambaran bahwa proses demokrasi di tingkat desa dapat berjalan dengan baik melalui partisipasi aktif masyarakat, dukungan penyelenggara, serta sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan.















Komentar