PLN Siapkan 1.681 SPKLU untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik Kendaraan Listrik


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjelang arus mudik Lebaran 2026 dengan meningkatkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai jalur utama.

Kepala Staf Presiden, Muhammad Qodari, mengatakan langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.

Menurutnya, PT PLN (Persero) telah menambah jumlah SPKLU Fast dan Ultra Fast Charging menjadi 1.681 unit yang tersebar di 994 lokasi sepanjang jalur mudik. Jumlah ini meningkat 1,7 kali lipat dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

“PLN menyiapkan 1.681 SPKLU di 994 lokasi sepanjang jalur mudik, meningkat 1,7 kali lipat dibanding Lebaran 2025. Kapasitas juga ditingkatkan melalui Fast dan Ultra Fast Charging untuk melayani lonjakan pemudik kendaraan listrik dari 13.674 mobil pada 2025 menjadi 23.147 mobil pada 2026, sehingga pengisian tetap aman dan minim antrean,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Selain kesiapan infrastruktur pengisian, pemerintah juga memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia.

Qodari menyebutkan, beban puncak sistem kelistrikan nasional diperkirakan mencapai 47.198 megawatt, sementara kapasitas pasok mencapai 51.608 megawatt, sehingga masih terdapat cadangan daya sekitar 9,3 persen.

“Pasokan listrik nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 diproyeksikan berada dalam kondisi aman dan terkendali,” katanya.

Dengan peningkatan infrastruktur dan kesiapan pasokan listrik tersebut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik, dapat berjalan lancar selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.