Satu Data Indonesia dan Koperasi Jadi Fondasi Baru Pembangunan Era Prabowo

JurnalPatroliNews – Jakarta – – Duta Arsip Nasional sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan pemimpin yang memahami pentingnya sejarah dan tengah melanjutkan tapak langkah konstitusional para pendiri bangsa.

Hal itu disampaikan Rieke pada acara Jejak Pendiri Bangsa 1947–1969 yang mengusung tema Perencanaan Pembangunan Berbasis Satu Data Indonesia dan Koperasi sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional.

Menurut Rieke, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, arsip tidak lagi sekadar tumpukan dokumen lama, tetapi telah menjadi sumber referensi strategis dalam proses perumusan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Ia meyakini Presiden Prabowo akan melanjutkan rancangan besar negara yang fondasinya diletakkan para pendiri bangsa, terutama pemikiran Dr. Soemitro Djoyohadikusumo yang berperan dalam membangun kerangka ekonomi nasional.

Rieke menilai perubahan zaman serta kemajuan teknologi memang membawa tantangan baru. Namun ia percaya Presiden Prabowo akan tetap menempatkan sejarah sebagai kompas untuk menemukan jati diri bangsa.

Ia menilai Prabowo memiliki perspektif yang selaras dengan pendiri bangsa, terutama dalam memosisikan Satu Data Indonesia bukan hanya sebagai basis administrasi, tetapi sebagai data pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

Lebih jauh, Rieke menyebut Presiden Prabowo kemungkinan besar tidak akan ragu menugaskan Bappenas, BRIN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, dan berbagai kementerian lainnya bekerja bersama TNI serta pemerintah daerah untuk mewujudkan Satu Data Indonesia secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa periode 1947–1969 merupakan masa ketika arah pembangunan nasional dirancang berdasarkan nilai kolektif bangsa. Menurutnya, koperasi pada masa itu bukan sekadar pilihan teknis, melainkan keputusan ideologis yang menempatkan rakyat sebagai pelaku utama ekonomi.

Ia meyakini saat ini Indonesia sedang kembali menuju cita-cita para pendiri bangsa, sejalan dengan program pembentukan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo.

Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan bahwa Indonesia tengah memasuki masa kebangkitan kembali koperasi.

Menurutnya, arsip berperan penting sebagai alat untuk mengoreksi kesalahan masa lalu dan menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali fondasi pembangunan nasional berbasis data serta memperkuat Kopdes Merah Putih sebagai wujud nyata ekonomi kerakyatan.