Strategi Baru Pemerintah: Dana Korupsi Disalurkan ke LPDP untuk SDM Unggul

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana hasil sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) senilai Rp 13,25 triliun telah resmi dialokasikan untuk memperkuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pemerintah juga menambah total alokasi dana abadi pendidikan tersebut menjadi Rp 25 triliun sebagai bentuk komitmen memperluas akses beasiswa dan penelitian berkualitas di Indonesia.

“Sudah dimasukkan ke LPDP, kita kasih malah Rp 25 triliun ke LPDP,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam memanfaatkan hasil sitaan tindak pidana korupsi untuk sektor produktif, khususnya pendidikan dan riset. Pemerintah menilai, transformasi dana hasil kejahatan menjadi investasi pendidikan merupakan langkah konkret dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyerahkan uang hasil sitaan kasus korupsi ekspor CPO dan turunannya sebesar Rp 13,25 triliun kepada Kementerian Keuangan.

Presiden Prabowo Subianto kemudian memerintahkan agar dana tersebut digunakan untuk memperkuat pembiayaan pendidikan nasional melalui LPDP.

“LPDP akan saya tambahkan. Uang dari efisiensi penghematan dan hasil sitaan koruptor sebagian besar kita investasi di LPDP,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Purbaya menjelaskan bahwa penambahan dana abadi ini tidak hanya ditujukan untuk pembiayaan pendidikan tinggi, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas riset nasional, inovasi teknologi, serta kolaborasi akademik internasional.

“Ini bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Dengan tambahan alokasi tersebut, LPDP diharapkan semakin berperan sebagai motor penggerak peningkatan kualitas SDM Indonesia. Pemerintah menilai, langkah ini dapat memperkokoh posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.