“Perlu saya sampaikan, bahwa diakui atau tidak PWI Jaya menjadi barometer para wartawan. Harus diingat, PWI Jaya juga banyak melahirkan tokoh-tokoh wartawan, bahkan juga melahirkan tokoh wartawan yang menjadi wakil presiden dan menteri-menteri Republik Indonesia.
Adam Malik: Wakil Presiden RI ke 3, tokoh pers dan politisi yang juga berperan penting dalam sejarah Indonesia.
Harmoko: Menteri Penerangan RI, pada pemilihan umum 1977, Harmoko terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, sebagai anggota organisasi Golongan Karya (Golkar) yang berkuasa. Pada tahun 1983, ia diangkat Menteri Penerangan, kemungkinan karena latar belakangnya di jurnalisme. Pada 1993, Harmoko terpilih sebagai Ketua Golkar, menjadi tokoh sipil pertama yang memegang jabatan tersebut. Pada Juni 1997, ia diangkat menjadi menteri negara untuk urusan khusus, jabatan yang dijabatnya hanya tiga bulan karena pada Oktober 1997, ia dipilih untuk menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat.
Jakob Oetama: Pendiri Kelompok Usaha Kompas Gramedia, ia dikenal sebagai jurnalis yang menerapkan nilai kejujuran dan humanisme dalam kariernya.
Rosihan Anwar: Seorang jurnalis legendaris dan guru bagi banyak wartawan, ia dikenal karena konsisten bersikap kritis dan produktif menulis di berbagai media.
SK Trimurti: Seorang tokoh pers dan aktivis kemerdekaan yang berperan penting dalam sejarah pers nasional.
Herawati Diah: Wartawan senior dan tokoh pers perempuan pertama yang menulis buku autobiografi berjudul Endless Journey.
Tan Malaka: Selain sebagai tokoh pergerakan nasional, ia juga aktif sebagai jurnalis yang sering mengekspos kesenjangan sosial.
Mochtar Lubis: Salah satu tokoh pers berpengaruh yang juga dikenal sebagai penulis.














