JurnalPatroliNews – Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menetapkan susunan pimpinan baru organisasi tersebut. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Harian MES, sementara posisi Ketua Umum kembali dipegang oleh Rosan Roeslani yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM.
Agenda Munas VII MES digelar di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, pada Minggu, 11 Januari 2026. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13 K.H. Ma’ruf Amin yang juga menjabat Dewan Pembina MES.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir selaku Ketua Dewan Pengawas Danantara, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Mualiman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyalla Mataliti. Kehadiran para pejabat dan tokoh tersebut menegaskan posisi strategis MES dalam peta pengembangan ekonomi syariah nasional.
Terpilihnya Ferry Juliantono dan Rosan Roeslani diharapkan mampu membawa MES ke tahap penguatan peran yang lebih konkret. Ferry menyampaikan bahwa kepengurusan baru ini menjadi momentum untuk memperluas kontribusi ekonomi syariah, khususnya melalui penguatan koperasi berbasis syariah sebagai fondasi ekonomi rakyat.
Menurut Ferry, pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi antara MES, koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan agar koperasi syariah dapat tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menilai Munas VII MES sebagai ruang strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program jangka panjang yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan. Ferry juga menyoroti keberhasilan sejumlah koperasi syariah yang telah membangun ekosistem usaha kuat, salah satunya Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang sukses mengembangkan sektor pertanian berbasis komunitas.
Selain itu, Ferry menyebut banyak koperasi pesantren kini didorong menjadi pendamping bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan implementasi program prioritas pemerintah berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.
MES sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdiri pada 1 Muharram 1422 Hijriah atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. Organisasi ini lahir dengan misi mengembangkan sistem ekonomi yang berkeadilan dan sejalan dengan prinsip syariah. MES bersifat independen, tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun partai politik, serta berfungsi sebagai wadah kolaboratif lintas sektor dalam penguatan ekonomi syariah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MES Rosan Roeslani menekankan pentingnya implementasi program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan MES tidak hanya diukur dari konsep dan kebijakan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
Rosan juga menyinggung rencana pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah sebagai salah satu program strategis. Inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan ibadah haji, khususnya bagi jemaah asal Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Haji ditargetkan mulai berjalan pada kuartal IV tahun ini.
Menutup sambutannya, Rosan mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab besar MES hanya dapat dijalankan melalui kerja bersama dan saling mendukung antar pemangku kepentingan.
Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin memberikan refleksi perjalanan ekonomi syariah nasional sejak berdirinya MES hampir seperempat abad lalu. Ia menyebut dua misi utama MES sejak awal, yakni memasyarakatkan ekonomi syariah dan menjadikan prinsip syariah sebagai arus utama dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Ma’ruf, selama sekitar 25 tahun, gerakan ekonomi syariah telah melahirkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian penting. Bahkan, posisi ekonomi syariah Indonesia di tingkat global kini berada di peringkat tiga, meningkat signifikan dari posisi ke-18 pada masa sebelumnya.
Namun demikian, Ma’ruf menilai tantangan ke depan masih besar. Ia menekankan pentingnya meningkatkan pangsa pasar ekonomi syariah hingga melampaui 50 persen. Saat ini, capaian sektor keuangan syariah baru menyentuh kisaran 30 persen, sehingga upaya mensyariahkan ekonomi masyarakat masih perlu diperkuat.
Ma’ruf menutup dengan optimisme bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Indonesia sekaligus ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kepengurusan baru MES mampu menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi nasional di masa mendatang.













