JurnalPatroliNews – Jakarta – Rusia menyatakan dukungan terhadap proposal perdamaian Gaza yang disusun Gedung Putih di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rencana tersebut berisi 20 poin yang dianggap sebagai opsi paling realistis untuk menghentikan eskalasi di kawasan.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa meskipun rancangan itu tidak sepenuhnya sempurna, dokumen tersebut dapat menjadi langkah awal menuju deeskalasi konflik.
“Ini bukan solusi final, namun yang paling memungkinkan untuk saat ini,” ujarnya dalam wawancara yang dirilis Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (9/10/2025).
Dalam rancangan Gedung Putih, terdapat beberapa poin kunci: gencatan senjata segera, pertukaran sandera Hamas dengan tahanan Palestina di Israel, serta penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Setelah itu, Gaza direncanakan berubah menjadi zona deradikalisasi dan bebas teror, dengan Hamas tidak dilibatkan dalam pemerintahan lokal.
Lavrov mengakui bahwa rencana tersebut belum menyentuh isu utama, yakni status kenegaraan Palestina. Namun, ia menilai kompromi ini tetap bisa membuka peluang dialog yang lebih konstruktif.
“Rencana ini bisa berjalan bila Palestina bersedia menerima. Setidaknya tidak akan ditolak mentah-mentah,” tambah Lavrov, sembari mengapresiasi upaya diplomasi dari mediator internasional seperti Turki, Mesir, Qatar, AS, dan Israel.














