Sedang Bersihkan Daging Kurban di Sungai Citarik, Enang Terkejut Lihat Mayat Tertelungkup Membusuk

JurnalPatroliNews – Bandung- Lapisan warga masyarakat yang mendiami kawasan Kampung Kondang Laer, Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Tengah, mendadak digegerkan oleh adanya sebuah peristiwa penemuan mayat.

Sesosok jasad berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam posisi mengambang bebas di sepanjang aliran air Sungai Citarik pada hari Rabu kemarin.

Kepala Kepolisian Sektor Rancaekek, Kompol Deny Sunjaya, memberikan konfirmasi resmi bahwa tubuh korban saat pertama kali ditemukan berada dalam kondisi tertelungkup serta sudah mengalami fase pembusukan.

Pihak manajemen Polsek Rancaekek bergerak cepat mengerahkan personel setelah menerima berkas laporan darurat dari masyarakat mengenai adanya jasad yang terombang-ambing di aliran sungai wilayah Desa Sangiang tersebut.

Berdasarkan hasil proses identifikasi dokumen kependudukan oleh petugas, korban diketahui merupakan seorang pria paruh baya yang memiliki inisial AM.

Pria yang telah menginjak usia lima puluh satu tahun tersebut tercatat sebagai salah satu warga lokal yang berdomisili di kawasan Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Runtutan penemuan jasad ini pertama kali mencuat sekitar pukul sepuluh nol nol Waktu Indonesia Barat melalui kesaksian seorang warga setempat bernama Enang Sudana.

Pada waktu kejadian perkara, saksi Enang dilaporkan sedang beraktivitas mencuci jeroan sapi hasil pemotongan hewan kurban di bibir area bantaran Sungai Citarik.

Di sela-sela aktivitasnya tersebut, seorang pengendara sepeda motor misterius yang kebetulan tengah melintas di lajur jalan pinggir sungai meneriakkan informasi mengenai adanya tubuh manusia yang mengapung.

Mendengar letupan informasi mendadak itu, saksi mata di lokasi langsung mengarahkan pandangan mata ke arah tengah sungai guna memastikan kebenaran dari laporan sang pemotor.

Sesaat setelah meyakini bahwa objek yang mengambang tersebut adalah sesosok mayat, Enang langsung mengambil langkah seribu untuk melaporkan temuan berharga itu kepada Ketua RW setempat.

Penyisiran Aliran Arus Sungai Dan Proses Visum Medis Rumah Sakit Bhayangkara

Langkah pengecekan bersama kemudian ditempuh oleh perangkat pengurus kampung beserta saksi mata dengan kembali mendatangi titik koordinat awal penemuan jasad.

Namun sangat disayangkan, ketika rombongan warga tiba di lokasi tersebut, posisi dari jasad korban dilaporkan sudah berpindah tempat cukup jauh akibat terseret oleh derasnya arus sungai.

Melihat situasi tersebut, barisan warga berinisiatif menggelar aksi penyisiran menyusuri sepanjang jalur aliran sungai hingga akhirnya mendapati tubuh korban tersangkut di area pinggiran kali.

Segera setelah berhasil mengunci posisi jasad agar tidak kembali hanyut, masyarakat setempat langsung mengontak pihak kepolisian setempat guna proses evakuasi.

Jajaran petugas dari Polsek Rancaekek bersama dengan Tim Inafis Kepolisian Resor Kota Besar Bandung langsung meluncur ke TKP guna menggelar olah tempat kejadian perkara serta mengangkat jasad korban.

Berdasarkan hasil rekam medis dan pemeriksaan fisik awal di lapangan, kondisi luar dari jenazah pria tersebut dipastikan sudah mengalami kerusakan jaringan akibat proses pembusukan alami.

Kompol Deny menambahkan detail klinis di mana struktur wajah serta jari jemari pada bagian tangan korban terpantau sudah dalam kondisi mengelupas akibat terlalu lama terendam air.

Guna menyingkap tabir misteri di balik penyebab utama kematian korban, jasad AM selanjutnya langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih.

Tim dokter forensik di rumah sakit tersebut disiapkan untuk melakukan tindakan visum et repertum serta rangkaian pemeriksaan medis lanjutan secara komprehensif.

Berita Lainnya