JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Conrad Asia Energy resmi memulai tahap implementasi Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Proyek ini akan dioperasikan West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Penandaan dimulainya tahap implementasi dilakukan melalui seremoni di Kantor SKK Migas, Jakarta, Senin (2/3/2026). Acara tersebut dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, pengusaha Hashim S. Djojohadikusumo, serta perwakilan Ditjen Migas, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan jajaran manajemen SKK Migas.
Sebagai bagian dari kepastian komersialisasi, WNEL telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) dengan PLN EPI sebagai offtaker. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.
“Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan KKKS dalam mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Mako diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional,” ujar Djoko.
Ia memastikan SKK Migas akan mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan tepat waktu, tepat biaya, serta memenuhi standar keselamatan dan kepatuhan regulasi.
Tahap implementasi pasca-FID menandai masuknya proyek ke fase utama pengembangan, meliputi kegiatan engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi lepas pantai, hingga commissioning dan start-up.
Proyek Gas Mako ditargetkan mencapai produksi perdana (first gas) pada kuartal IV 2027.
Chairman Conrad Asia Energy Peter Botten menyebut pencapaian FID merupakan hasil kolaborasi erat antara KKKS Wilayah Kerja Duyung, SKK Migas, pemerintah, PLN EPI sebagai pembeli gas, serta mitra nasional.
Sementara itu, CEO Arsari Group Hashim Djojohadikusumo menegaskan keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Kami optimistis proyek ini dapat berjalan profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia,” ujar Hashim.
Lapangan Gas Mako diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2027 dan diharapkan menjadi salah satu penopang produksi gas nasional di tengah kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.














