JurnalPatroliNews | Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya di lingkungan Zona 9 kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui peluncuran GEMAS (Gerakan Eliminasi Plastik Sekali Pakai, Mulai Pilah Sampah, Aplikasi Prinsip 4R, dan Semua Beraksi).
Gerakan ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam menekan polusi plastik sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di wilayah operasi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Peluncuran GEMAS dilakukan oleh General Manager Zona 9, Dadang Soewargono, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana setiap individu.
“Komitmen untuk mengurangi sampah plastik harus kita mulai dari diri sendiri dengan meniadakan botol plastik sekali pakai di kantor. Kita bersama dengan kesadaran penuh membawa tumbler untuk minum setiap hari sebagai langkah nyata menjaga lingkungan,” ujar Dadang.
Ia menegaskan, GEMAS bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan yang diharapkan menjadi budaya kerja seluruh insan perusahaan.
“Gerakan ini harus mampu bertransformasi menjadi DNA perusahaan sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Edukasi Lingkungan Menjangkau Kampus dan Sekolah
Sebagai bagian dari implementasi GEMAS, berbagai kegiatan edukasi digelar di sejumlah daerah operasi perusahaan. PEP Sangatta Field mengadakan kuliah umum bertema perubahan iklim di Universitas Mulawarman yang diikuti lebih dari 187 mahasiswa. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur dan akademisi Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman.
Sementara itu, di Balikpapan, Head Office Zona 9 memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa SD Negeri 009 Balikpapan Timur, sedangkan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggelar kegiatan serupa di SD Negeri 020 Anggana bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.
Perkuat Infrastruktur Pengelolaan Sampah
Komitmen perusahaan juga diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung pengelolaan sampah. Melalui program Green and Healthy School, PEP Sangasanga Field menyalurkan tempat sampah terpilah dan fasilitas komposter kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara, antara lain MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara, SMP Negeri 1 Samboja, dan SMK Al-Jabar Nur Samboja.
Selain itu, PHSS menggelar aksi jalan sehat sambil memungut sampah bersama masyarakat Desa Sindang Jaya dan pelajar SMA Negeri 1 Muara Jawa sebagai bentuk kolaborasi menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk menjaga keberlanjutan program, PEP Sangasanga Field juga menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Samboja guna mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi salah satu penyumbang utama mikroplastik.
Dorong Ekonomi Sirkular melalui Budidaya Maggot
Inovasi pengelolaan sampah juga diterapkan oleh PEP Tanjung Field melalui metode Black Soldier Fly (BSF) atau budidaya maggot. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik di kawasan Taman 10K dan Kampung Iklim Lestari, sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus mencegah berkembangnya bakteri penyebab penyakit.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis.
Kolaborasi Hijau Bersama Pemerintah Daerah
Sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah, PHI bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong menggelar Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan Ruang Terbuka Hijau Bundaran Monumen Tanjung Puri serta penyerahan fasilitas tempat sampah.
Sementara itu, PEP Sangatta Field turut melaksanakan penanaman 150 bibit mangrove di kawasan Teluk Lombok, Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir dan perlindungan ekosistem pantai.
Wujud Nyata Implementasi ESG
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, PHI melalui entitas usaha di Zona 9 menjalankan operasi hulu migas bersama SKK Migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selain memastikan keberlanjutan operasi migas, perusahaan juga secara konsisten menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui peluncuran GEMAS, PHI menegaskan bahwa keberlanjutan industri energi harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Gerakan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memperkuat budaya peduli lingkungan bagi pekerja, keluarga, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.















Komentar