JurnalPatroliNews | Lombok Barat – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pengakuan yang menyentuh saat meresmikan lima bendungan strategis nasional di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7).
Di hadapan masyarakat yang hadir, Prabowo mengaku merasa masih memiliki “utang” kepada rakyat NTB atas dukungan yang konsisten diberikan kepadanya selama berbagai kontestasi pemilihan presiden.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan rasa bangga dan terhormat dapat kembali bertemu langsung dengan masyarakat NTB. Menurutnya, daerah tersebut memiliki tempat istimewa karena selama ini tetap memberikan dukungan, meski dirinya sempat beberapa kali mengalami kekalahan dalam Pilpres.
“Saya merasa sangat bangga, saya merasa dihormati untuk diundang hari ini bertemu langsung dengan masyarakat NTB yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia kepada saya,” ujar Prabowo.
Atas loyalitas tersebut, Presiden mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk membalas kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata selama masa pemerintahannya.
“Rasa-rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB itu. Tenang saja, masih ada beberapa tahun,” ucapnya yang disambut antusias warga.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan bendungan-bendungan strategis di berbagai daerah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar merupakan proses panjang yang membutuhkan komitmen, sumber daya, serta kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan.
“Pembangunan suatu bangsa itu adalah pekerjaan yang besar, perjuangan yang panjang. Pembangunan bangsa itu tidak satu tahun, tidak dua tahun, tetapi belasan tahun bahkan puluhan tahun,” katanya.
Prabowo menjelaskan bahwa bendungan yang diresmikan tersebut mulai dibangun sejak periode 2014–2015. Karena itu, meskipun dirinya yang meresmikan, keberhasilan proyek tersebut merupakan hasil kerja bersama para pemimpin sebelumnya.
“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan, tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa,” tegasnya.
Presiden menilai keberlanjutan pembangunan nasional hanya dapat terwujud apabila setiap pemerintahan melanjutkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat tanpa mengedepankan kepentingan politik.
Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan serta menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan maupun kelompok.
“Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia, dari mana rakyat berasal, apa pun sukunya, apa pun agamanya, apa pun latar belakangnya,” tandas Presiden.
Peresmian lima bendungan strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air nasional, mendukung swasembada pangan, mengurangi risiko banjir, serta meningkatkan pemanfaatan energi bersih di berbagai wilayah Indonesia.














Komentar