11 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews-Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas kembali buka suara mengenai praktik mafia pangan. Dia menegaskan bahwa praktik tersebut nyata adanya.

“Sudah saya serahkan kepada yang punya kewenangannya. Dan fakta kok. sekarang mau kita bicara pemalsuan berasnya ya kan, terus pemungutan daripada uang ya kan, di lapangan bagaimana kan sudah jelas itu bukan hal yang fiktif,” kata Buwas, Rabu (17/6/20).

Hanya saja, mengenai proses lebih lanjut dalam penegakan hukum, dia mengaku tak punya kewenangan. Dalam hal ini, Bulog sudah menyampaikan sederet bukti kepada pihak berwenang.

“Di sini bukan Bulog yang menangani untuk masalah hukumnya. Kita sudah serahkan semua, bukti-bukti otentik sudah. Tapi kalau itu toh tidak berjalan kan bukan harus Bulog yang disalahkan,” tandasnya.

Buwas Buka-Bukaan Soal Defisit Pangan di RI

Buwas pun menantang para penegak hukum untuk mengungkap lebih jauh praktik mafia pangan. Dia menegaskan jangan sampai justru ada keberpihakan kepada para mafia tersebut.

“Nah ini yang saya bilang, sekarang kan tergantung niat kita maunya kita kayak apa. Apa kita berpihak kepada kejahatan, atau kartel-kartel itu, atau tidak berpihak kepada masyarakat, atau rakyat, atau negara ini,” tegasnya.

Sebelumnya Buwas juga pernah menyatakan hal serupa selepas acara ngopi bareng sekaligus grand launching peluncuran Kopi Jenderal di lobi kantor pusat Perum BULOG, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Buwas menuturkan mafia itu juga ada dalam program pemerintah seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BPNT adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non-tunai dari pemerintah yang diberikan kepada kelompok penerima manfaat setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerja sama dengan bank.

“Itu (program BPNT) kan masih dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok mafia,” kata Buwas.

Bukan kali ini saja Buwas menyinggung program BPNT. Sebelumnya selepas rapat koordinasi bidang pangan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/9/2019), Ia mengingatkan penjahat yang memanfaatkan program tersebut.

“Saya ini mantan polisi, jadi jangan dipakai main-main, saya akan buktikan kejahatan-kejahatan selama ini untuk program BPNT itu sangat luar biasa,” kata Buwas, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.(/lk/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *