JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemprov DKI Jakarta akan mencabut tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said. Nantinya, jalan ini akan ditata ulang dan dibuat seragam seperti sisi baratnya setelah pencabutan usai.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyebut penataan mencakup penghilangan pemisah jalur cepat dan lambat, perapihan badan jalan, hingga penataan trotoar.
Heru menjelaskan bahwa Rasuna Said sisi barat sudah selesai ditata dan kondisinya sudah rapi. Namun, sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel.
Setelah pembongkaran 98 tiang tersebut, pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan agar kondisi jalan menyatu. Bekas jalur monorel akan ditata ulang sehingga jumlah jalur menjadi lebih efisien. Sisi timur akan dibuat memiliki satu jalur busway dan tiga jalur reguler, persis seperti sisi barat.
Proses pembongkaran dipercepat atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pembongkaran direncanakan mulai dilakukan pada Rabu pekan depan. Heru menyatakan bahwa seluruh persyaratan aturan sudah dipenuhi sehingga pihaknya siap mengeksekusi penataan kawasan tersebut.
Dari sisi anggaran, pembongkaran tiang monorel ini menjadi satu paket dengan penataan jalan dan trotoar di Rasuna Said sepanjang 3,5 kilometer. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 100 miliar yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.
Sebelumnya, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk membereskan tiang monorel yang terbengkalai. Pembongkaran akan dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta setelah memberikan ultimatum kepada pihak yang bertanggung jawab atas tiang-tiang tersebut.














