JurnalPatroliNews | Jayawijaya — Sosok pria yang diduga terlibat dalam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mulai terungkap melalui rekaman video call menggunakan telepon seluler milik salah satu korban.
Pria tersebut diduga merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang rombongan pegawai Dinas Pertanian di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Salah satu korban, Wili Mbuik, dilaporkan kehilangan telepon selulernya setelah insiden penembakan. Ponsel tersebut kemudian diduga digunakan pelaku untuk menghubungi keluarga korban.
Dalam dua kali panggilan video, sosok pria yang diduga pelaku terlihat berbicara dengan keluarga Wili. Rekaman percakapan tersebut kemudian beredar di media sosial.
Gunakan Ponsel Korban untuk Video Call
Keluarga Wili menyebut pria tersebut sempat melakukan panggilan video kepada keluarga di Rote Ndao dan Kupang.
Dalam rekaman yang beredar, sosok pria tersebut terlihat tertawa dan mengacungkan jarinya ke arah kamera ketika berkomunikasi dengan keluarga korban.
“Dua kali mereka (KKB) video call. Pertama VC dengan keluarga di Rote Ndao dan kedua VC ke keluarga di Kupang. Dia bilang mau kembalikan HP Nona Wili,” kata salah satu anggota keluarga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Namun, keluarga Wili disebut meminta agar telepon seluler tersebut diserahkan kepada aparat TNI atau Polri.
Panggilan video itu kemudian direkam dan tersebar melalui media sosial.
Polisi Identifikasi Sosok dalam Rekaman
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo membenarkan aparat telah melakukan identifikasi terhadap sosok dalam rekaman tersebut.
Menurut Yusuf, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bahwa pria yang terlihat dalam panggilan video merupakan salah satu pelaku.
“Setelah kita identifikasi, diduga mereka pelakunya,” ujar Yusuf.
Meski demikian, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas dan keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan keterangan saksi, alat bukti, serta hasil olah tempat kejadian perkara.
Sebelumnya, Yusuf juga menyatakan polisi masih mendalami rangkaian peristiwa dan belum ingin terburu-buru menetapkan siapa saja yang bertanggung jawab sebelum seluruh bukti diperoleh.
Wili Mbuik Gugur Saat Bertugas
Wili Mbuik merupakan salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan.
Ketiga korban dilaporkan diserang saat menjalankan tugas kedinasan. Wili disebut sedang berada dalam rombongan yang melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat ketika serangan terjadi.
Laporan terbaru menyebut Wili merupakan salah satu korban yang meninggal setelah mengalami luka tembak. Jenazahnya kemudian dievakuasi dari wilayah Papua dan diterbangkan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya.
Penembakan tersebut menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kelompok dan individu yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Rekaman Jadi Petunjuk Penyidikan
Bagi aparat, rekaman panggilan video tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk dalam proses penyelidikan, terutama untuk membantu mengidentifikasi sosok yang berada di balik serangan.
Selain rekaman, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi serta bukti lain yang dapat menguatkan identitas dan peran masing-masing terduga pelaku.
Karena itu, beredarnya wajah seseorang di media sosial belum dapat secara otomatis dianggap sebagai bukti final mengenai keterlibatan dalam tindak pidana. Status tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses hukum.
Kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya kini menjadi sorotan karena selain menewaskan warga sipil yang sedang bertugas, salah satu telepon seluler korban justru diduga digunakan untuk menghubungi keluarganya setelah serangan.
Rekaman video call tersebut menjadi bagian baru dalam rangkaian penyelidikan yang tengah dilakukan aparat untuk mengungkap siapa sebenarnya pelaku penembakan di Muliama.













Komentar