Tito Karnavian Pukul Bedug di Baiturrahman, Tandai Babak Baru Rehabilitasi Sumatera

JurnalPatroliNews – Jakarta -Suasana khidmat menyelimuti halaman Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (6/3) malam. Ribuan warga memadati ikon kebanggaan rakyat Aceh tersebut untuk menghadiri penutupan Aceh Ramadhan Festival 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an dan Khanduri Ramadhan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, turut hadir dan secara simbolis memukul bedug sebagai penanda waktu berbuka puasa bersama masyarakat.

Dalam momen penuh kehangatan tersebut, Tito merefleksikan makna Nuzulul Qur’an sebagai pengingat turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

“Sekarang kita bisa berkumpul di masjid kebanggaan kita dalam suasana yang lebih baik di malam Nuzulul Qur’an. Ini adalah berkah dari Allah SWT,” ujar Tito mengawali sambutannya.

Progres Signifikan Pemulihan Wilayah

Di sela acara, Tito memaparkan perkembangan positif terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana yang sebelumnya melanda 52 kabupaten/kota tersebut kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang nyata.

Tito membandingkan kondisi saat ini dengan situasi darurat pada akhir November tahun lalu. Ia mencatat bahwa jaringan listrik yang sempat lumpuh kini telah pulih hampir sepenuhnya. Demikian pula dengan jaringan internet dan akses logistik ke wilayah pegunungan seperti Aceh Tengah yang kian membaik.

“Aktivitas pasar dan perekonomian masyarakat pun mulai kembali bergerak. Situasi sudah jauh banyak berubah dibanding ketika saya datang 29 November lalu,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada wilayah yang masih terdampak banjir lumpur dan tanah longsor, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, hingga Pidie Jaya. Fokus utama saat ini adalah perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang sempat terputus.

Penyaluran Bantuan Rp900 Miliar

Sebagai langkah nyata pemulihan, Tito mengumumkan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan tahap pertama dengan total mencapai Rp900 miliar.

Khusus untuk wilayah Aceh, alokasi yang dikucurkan sebesar Rp400 miliar, dengan porsi signifikan sebesar Rp241,6 miliar diarahkan ke Kabupaten Pidie Jaya.

Rincian bantuan yang diberikan mencakup stimulan perbaikan rumah senilai Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang.

Selain itu, warga terdampak juga menerima uang lauk-pauk harian, bantuan perabotan Rp3 juta, serta stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

Tak hanya bantuan materiil, dalam semangat Ramadan, pemerintah juga menyalurkan 5.000 perlengkapan salat dan bagian dari 70.000 Al-Qur’an wakaf dari Presiden untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kunjungan kerja ini, Tito Karnavian didampingi oleh Mensos Saifullah Yusuf, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadlullah, serta Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya Aceh dan provinsi tetangga ke kondisi normal sepenuhnya.