JurnalPatroliNews | Flores Timur – Aparat gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di sejumlah titik di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul bentrokan antardua kelompok warga yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan rumah terbakar.
Pengamanan diperketat guna mencegah terjadinya aksi susulan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kembali kondusif.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan, personel gabungan akan tetap bertugas hingga kondisi di wilayah tersebut benar-benar aman.
“Kami memastikan personel gabungan TNI-Polri tetap melaksanakan penjagaan di wilayah Adonara Timur untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Adhitya, Senin (20/7/2026).
Ratusan Personel Dikerahkan
Untuk mengamankan wilayah terdampak konflik, Polri mengerahkan kekuatan gabungan yang terdiri dari 82 personel Polres Flores Timur, 34 personel BKO Brimob Maumere, 69 personel BKO Polda NTT, serta personel dari Kodim 1624/Flores Timur.
Keberadaan aparat difokuskan pada titik-titik yang dinilai rawan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan lanjutan.
Selain pengamanan, aparat juga terus melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan pemerintah setempat guna menjaga stabilitas keamanan.
Polisi Imbau Warga Tidak Terprovokasi
Kapolres mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai.
Ia meminta seluruh pihak mengedepankan dialog dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada aparat penegak hukum.
“Mari bersama menjaga persaudaraan, menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin, dan mempercayakan penanganannya kepada kepolisian sehingga situasi di Adonara Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Tiga Korban Meninggal dan Puluhan Rumah Terbakar
Sebelumnya, bentrokan yang melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Pulau Adonara menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan lima warga mengalami luka ringan serta 20 unit rumah dilaporkan terbakar.
Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado menyampaikan bahwa aparat masih melakukan pendataan terhadap dampak konflik sekaligus mengamankan lokasi kejadian.
“Tiga orang meninggal dunia, lima orang luka ringan, dan 20 unit rumah terbakar,” ujar Eliezer, Minggu (19/7/2026).
Dipicu Sengketa Lahan
Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, bentrokan dipicu oleh sengketa lahan yang melibatkan warga kedua desa. Aparat masih mendalami kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk upaya penyelesaian konflik agar tidak kembali memicu aksi kekerasan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga terus melakukan koordinasi dengan para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna mendorong penyelesaian secara damai serta memulihkan kondisi sosial masyarakat pascainsiden.















Komentar