Usai BBC Akui Salah Edit Video, Trump Ancam Gugat Rp 83 Triliun

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan siap menggugat British Broadcasting Corporation (BBC) hingga US$ 5 miliar atau sekitar Rp 83 triliun.

Ancaman itu disampaikan setelah BBC mengakui adanya kesalahan dalam proses pengeditan video pidato Trump yang tayang dalam program Panorama.

“Kami akan menggugat BBC antara US$ 1 miliar hingga US$ 5 miliar, mungkin minggu depan. Saya rasa saya harus melakukannya.

Mereka bahkan telah mengakui mereka berbuat curang,” ujar Trump kepada para wartawan pada Jumat (14/11/2025) malam, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (16/11/2025).

Pengacara Trump sebelumnya telah mengirimkan surat resmi kepada BBC pada Senin (10/11/2025), menuduh lembaga penyiaran publik Inggris itu mencemarkan nama baik presiden melalui video pidato yang berkaitan dengan kerusuhan Gedung Capitol pada 2021.

Dalam surat tersebut, BBC diberi tenggat waktu hingga Jumat (14/11/2025) untuk menyampaikan permintaan maaf dan membayar kompensasi atas yang disebut Trump sebagai kerugian reputasi dan finansial yang sangat besar. Namun, BBC menolak permintaan kompensasi dan tidak memenuhi tuntutan tersebut.

Polemik bermula dari editan BBC terhadap pernyataan Trump pada 6 Januari 2021, saat para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol.

Kontroversi ini berdampak serius, hingga membuat dua pemimpin senior BBC mengundurkan diri dan memicu meningkatnya pengawasan politik terhadap media itu.

“Masyarakat Inggris sangat marah atas apa yang terjadi, seperti yang bisa Anda bayangkan, karena ini menunjukkan BBC menyiarkan berita palsu,” kata Trump.

Trump juga menyebut dirinya berencana membahas persoalan tersebut dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Meski demikian, Starmer diketahui tetap mendukung independensi BBC sebagai lembaga penyiaran publik.

“Saya akan meneleponnya pada akhir pekan ini. Dia sebenarnya telah menelepon saya dan dia sangat malu,” ujar Trump.