Penyambungan Silang (Cross-linking). Sebaliknya, radiasi juga bisa bertindak sebagai “lem” super. Ia mampu memodifikasi sifat plastik bekas dengan menciptakan ikatan antar-molekul baru. Ini memungkinkan plastik limbah dicampur dengan material lain untuk menciptakan komposit baru yang lebih kuat, tahan panas, dan bernilai tinggi. Sehingga terjadi proses upcycling yang mengubah sampah menjadi material konstruksi atau komponen industri.
Perlakuan Spesifik Berdasarkan Jenis Polimer
Keunggulan teknologi nuklir adalah presisinya; ia tidak memukul rata semua plastik. Riset menunjukkan respons yang berbeda-beda tergantung pada jenis polimer dan bentuk fisiknya:
Polietilena (PE) & Polipropilena (PP): Jenis plastik yang paling umum ditemukan di lingkungan ini merespons radiasi dengan cara yang unik. Radiasi dapat memicu cross-linking pada polimer ini, mengubah limbah kantong kresek atau botol sampo menjadi material yang lebih keras dan tahan lama.
Namun, efektivitasnya bergantung pada ukuran; mikroplastik yang lebih kecil (misalnya 50 µm) terbukti memiliki kapasitas adsorpsi radionuklida yang lebih tinggi dan reaktivitas yang berbeda dibandingkan partikel yang lebih besar (150 µm).
Serat vs. Fragmen: Dalam pengujian iradiasi gamma pada lumpur limbah, ditemukan bahwa mikroplastik berbentuk fragmen (pecahan padat) lebih mudah dihancurkan dibandingkan bentuk serat (seperti benang nilon dari tekstil). Struktur serat yang padat dan terpilin membuatnya lebih resisten terhadap serangan radikal bebas dari radiasi, meskipun dosis tinggi (116 kGy) akhirnya mampu mendegradasi serat hingga 62,9%.
Solusi untuk “Polusi Ganda” (Compound Pollution)
Salah satu ancaman terbesar yang sering luput dari perhatian adalah kemampuan mikroplastik untuk “menumpangkan” polutan lain. Riset yang dilakukan oleh Li, dkk tahun 2025 mengungkap fenomena mengerikan, bahwa mikroplastik di laut (seperti PVC dan Polistirena) bertindak sebagai vektor bagi radionuklida berbahaya seperti Radium-226 (Ra-226), Cesium-137 (Cs-137), dan Uranium.
Hasil pengukuran konsentrasi Ra-226 pada mikroplastik yang mengendap di dasar laut jauh lebih tinggi (13,29 mBq/kg) dibandingkan yang ada di permukaan air. Ini menciptakan risiko ganda bagi biota laut yang memakannya. Teknologi radiasi menjadi solusi ganda di sini, ia tidak hanya menghancurkan struktur mikroplastik itu, tetapi juga menjadi metode sterilisasi yang efektif untuk mengelola limbah yang terkontaminasi, mencegah polutan “penumpang gelap” ini masuk lebih jauh ke dalam rantai makanan.














