Kereta Cepat, MRT & LRT Dibangun Untuk Menerobos Kemacetan Akut dan Mengikis Pemborosan Uang, Waktu dan Tenaga

Aspek lain adalah pembangunan peradaban baru dari tersedianya transportasi massal yang terkelola dengan disiplin waktu serta kebersihan yang baik. Karena kalau semua terjadwal dengan baik dan dilaksanakan dengan disiplin, maka masyarakat bisa membuat rencana (plan), tidak lagi mengandalkan faktor kebetulan dan keberuntungan belaka. Budaya tepat waktu serta kebersihan mulai dibiasakan.

Moda transportasi umum kita sedang bertransformasi menuju interkonektivitas total. Transportasi massal di darat (bus, mikrolet, LRT, MRT, KRL, Kereta Cepat) yang didukung infrastruktur jalan (jalan tol, jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten, kecamatan dan desa) memperlancar gerak mobilitas publik dalam menggerakan ekonomi mikro dan makro. Ibarat aliran darah yang bisa mengalir lancar membawa oksigen dan gizi tinggi ke seluruh tubuh.

Tranportasi darat tadi dihubungkan dengan jalur-jalur transportasi udara (airport, dan sebagainya) dan pelabuhan laut serta kapal-kapal ferry antar pulau dan untuk jalur-jalur sungai di seantero Nusantara. Transportasi menjadi urat-urat nadi pemerataan dan distribusi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tambah lagi konektivitas komunikasi elektronik. Sayangnya proyek BTS dikorupsi habis-habisan oleh para pejabat yang tidak bermoral itu. Kalau tidak inter-konektivitas elektronik sudah terbangun dengan jauh lebih baik di masa sekarang.

Detik ini kita hanya bisa berimajinasi kalau saja sepanjang Sungai Ciliwung (dan Sungai kecil lainnya) yang mengalir membelah Jakarta bukan hanya membawa bencana banjir tahunan, tapi bisa disulap jadi jalur transportasi sungai sebagai alternatif.

Pasti menarik dan selain jadi jalur transportasi alternatif, niscaya juga bisa menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Tambah devisa dan ambisi pertumbuhan 8 persen bahkan lebih (double digits) bisa menjadi realitas, bukan cuma omon-omon.

Oke gas!

Jakarta, Jumat 17 Oktober 2025
Andre Vincent Wenas, MM,MBA., Pemerhati Ekonomi dan Politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.