JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri.
Kepastian tersebut disampaikan Bahlil menjelang rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurut Bahlil, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan energi nasional menjelang periode mudik dan Lebaran. Ia memastikan stok BBM maupun LPG berada dalam kondisi aman meskipun dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah, tengah bergejolak.
“Kemarin kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional, dan di situ kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idulfitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi nggak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” ujar Bahlil.
Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana penyesuaian harga untuk BBM bersubsidi hingga Lebaran.
“Harga untuk BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa,” tegasnya.
Bahlil mengakui potensi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran memang memengaruhi mekanisme pasar global. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berdampak pada harga BBM bersubsidi di dalam negeri.
“Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran. Tetapi kalau untuk harga BBM yang non-subsidi, itu memang mekanisme pasar, dan itu kan sesuai dengan permen tahun 2022 daripada ESDM,” pungkasnya.














