JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyerukan agar pemerintah bergerak cepat mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Suriah, mengingat kondisi keamanan di wilayah tersebut semakin memburuk pasca serangan militer Israel.
Dalam pernyataannya, Dave mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah untuk memperbarui data WNI yang masih berada di wilayah konflik tersebut, terutama mereka yang perlu segera dievakuasi.
“Kami mendorong KBRI untuk segera melakukan pendataan ulang. Situasi di Suriah sangat tidak stabil dan penuh ketidakpastian,” ujarnya saat ditemui di The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat, 18 Juli 2025.
Lebih jauh, Dave mengungkapkan informasi yang mengkhawatirkan: sejumlah WNI ternyata terindikasi terlibat dalam aktivitas jaringan terorisme di Suriah.
“Beberapa WNI ada yang menetap di sana bersama keluarga atau bekerja, tapi ada juga yang terlibat dalam pelatihan dan gerakan yang tergolong foreign terrorist fighters,” jelasnya.
Dengan temuan tersebut, Dave menegaskan bahwa proses pemulangan harus dilakukan secara hati-hati, terutama bagi mereka yang diduga berhubungan dengan aktivitas terorisme. Pendekatan terhadap kelompok ini tidak bisa disamakan dengan evakuasi biasa.
“Mereka yang terkait dengan aktivitas teror tentu harus melalui proses rehabilitasi terlebih dahulu, dan perlu dikaji apakah mereka bisa kembali menjadi bagian dari masyarakat Indonesia tanpa menimbulkan risiko baru,” tegasnya.
Menurutnya, keputusan untuk memulangkan kelompok tersebut perlu diambil dengan pertimbangan matang, termasuk risiko keamanan nasional dan potensi disintegrasi sosial.
“Jadi tidak bisa serta-merta dievakuasi. Pemerintah harus menyusun strategi khusus dan komprehensif sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” tutup Dave.













