JurnalPatroliNews – Jakarta – Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Muhammad Najib, melakukan kunjungan diplomatik ke HLA International Hospital di Madrid sebagai bagian dari langkah proaktif memperkuat hubungan bilateral di sektor kesehatan.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi pihak rumah sakit yang ingin memperluas kerja sama internasional, khususnya dengan mitra dari Indonesia.
“Saya memutuskan hadir karena sebelumnya sudah ada ajakan dari pimpinan HLA untuk membahas kemungkinan kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit di Indonesia,” ujar Dubes Najib dalam sambutan yang ditayangkan di kanal YouTube Wisma RI Madrid, Jumat, 18 Juli 2025.
Kehadiran Dubes Najib ke fasilitas kesehatan bertaraf Uni Eropa itu bertepatan dengan situasi strategis: Indonesia baru saja menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa, yang membuka peluang besar dalam mobilitas barang dan tenaga kerja, termasuk di sektor kesehatan.
Dalam dialognya, Dubes Najib menyoroti keunggulan teknologi medis HLA Hospital yang telah menerapkan sistem bedah berbasis robot sejak satu dekade lalu, terbukti memberikan hasil klinis lebih baik untuk jenis penyakit tertentu jika dibandingkan dengan metode konvensional.
“Teknologi mereka sudah sangat maju. Operasi robotik sudah dilakukan selama lebih dari 10 tahun dengan hasil yang sangat memuaskan,” ungkapnya.
Namun, meskipun fasilitasnya unggul, rumah sakit di Spanyol menghadapi tantangan serius: tingginya tingkat okupansi layanan kesehatan dan kurangnya tenaga medis. Hal inilah yang menurut Dubes Najib bisa menjadi celah kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Kekurangan dokter dan perawat di Spanyol bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi kekosongan itu, tentunya dengan kualitas dan pelatihan yang sesuai standar Eropa,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga memandang Spanyol sebagai pintu masuk strategis bagi tenaga kesehatan Indonesia yang ingin bekerja di negara-negara lain, terutama di kawasan Arab Teluk, yang juga mengalami kekurangan tenaga medis berkualitas.
“Kita bisa menyiapkan tenaga-tenaga profesional dari Indonesia yang memenuhi standar Spanyol, lalu menjadikan Spanyol sebagai basis distribusi ke negara-negara lain yang membutuhkan,” ujarnya penuh optimisme.
Dalam pertemuan tersebut, Najib disambut oleh Javier Casquero, Direktur Internasional dari HLA Hospital Group, didampingi oleh asistennya, Hasnah, seorang warga Spanyol keturunan Maroko.
Casquero menyambut baik inisiatif dari Indonesia dan menyatakan kesiapan institusinya untuk menjalin kerja sama dalam pelatihan tenaga kesehatan dan riset bersama.
“Kami memiliki 18 rumah sakit di seluruh Spanyol, dan rumah sakit utama kami, Hospital Universitario Moncloa di Madrid, adalah fasilitas kesehatan swasta terbesar di negara ini,” jelas Casquero.
Ia meyakini kerja sama dengan Indonesia bisa memperkaya kompetensi kedua belah pihak karena perbedaan profil penyakit dan karakteristik pasien dapat saling melengkapi dalam proses pembelajaran klinis.
“Ini adalah kesempatan untuk mempertemukan pengalaman dokter-dokter dari kedua negara, dan menciptakan pertukaran pengetahuan yang produktif,” tutupnya.














