Khofifah Tegaskan Jawa Timur Siap Jadi Pusat Talenta Digital Indonesia

JurnalPatroliNews – Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa Jawa Timur siap mengambil peran strategis sebagai pusat pengembangan talenta digital nasional. Kesiapan tersebut ditopang oleh penguatan sektor pendidikan yang dijadikan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang melibatkan sekitar 2.600 tenaga pendidik. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa (20/1/2025).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 peserta mengikuti kegiatan secara langsung di lokasi, sementara 2.410 pendidik lainnya berpartisipasi secara daring dari masing-masing satuan pendidikan di berbagai daerah.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki sejumlah keunggulan strategis untuk berkontribusi besar dalam agenda pembangunan nasional, khususnya pada penguatan ekosistem talenta digital. Jumlah penduduk yang besar, ragam lembaga pendidikan, serta dukungan industri dan ekonomi kreatif yang terus bertumbuh menjadi modal penting bagi provinsi ini.

Ia menilai kondisi tersebut menempatkan Jawa Timur pada posisi yang kuat untuk menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia digital yang kompeten dan berdaya saing.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena itu, pengelolaan talenta harus dimulai dari dunia pendidikan, dirancang secara sistematis, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional,” ujar Khofifah, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (21/1/2026).

Lebih jauh, Khofifah menekankan bahwa laju transformasi digital menuntut perubahan cara pandang dalam pembangunan. Pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia, menurutnya, tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi harus menjadi motor utama transformasi bangsa.

“Pendidikan dan pengembangan SDM harus ditempatkan sebagai instrumen kunci dalam mendorong kemajuan bangsa, bukan hanya sektor pendukung,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pandangan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa kekuatan Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.