JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar memberikan dukungan khusus kepada nelayan kecil dalam penerapan Vessel Monitoring System (VMS). Ia mengusulkan agar sebagian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor perikanan dialokasikan kembali untuk membantu nelayan, terutama menjelang Lebaran.
Menurut Alex, kebijakan VMS telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan negara. Karena itu, ia menilai sudah sewajarnya pemerintah mengembalikan sebagian hasil tersebut dalam bentuk bantuan pemasangan VMS bagi nelayan kecil.
“Hasil dari penerapan VMS ini adalah PNBP. Saya mengusulkan agar sebagian PNBP yang terkumpul sepanjang 2025 bisa dimanfaatkan untuk membantu nelayan kecil memperoleh perangkat VMS,” ujar Alex dalam rapat kerja Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, serta dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri KP Didit Herdiawan Ashaf, serta Kepala Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Alex menjelaskan, VMS merupakan sistem pemantauan kapal perikanan berbasis satelit yang wajib digunakan oleh kapal dengan izin dari pemerintah pusat, umumnya kapal berukuran di atas 30 gross ton atau kapal eks-daerah yang berpindah kewenangan. Sistem ini memungkinkan pemantauan posisi dan aktivitas kapal secara langsung.
Selain meningkatkan aspek keselamatan melalui fitur peringatan, VMS juga dinilai mampu mendorong efisiensi operasional serta memastikan kegiatan penangkapan ikan berjalan sesuai prinsip perikanan berkelanjutan.
Berdasarkan data hingga April 2025, sebanyak 8.893 kapal telah terpasang VMS dari total 13.313 kapal berizin pusat. Dalam kesempatan itu, Alex turut mengapresiasi komitmen Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono yang menjanjikan percepatan proses perizinan bagi pelaku usaha perikanan yang telah memasang VMS.
“Semakin luas penggunaan VMS, semakin besar pula peluang peningkatan penerimaan negara dari sektor perikanan tangkap,” kata Alex yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat.
Dalam forum yang sama, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono memproyeksikan produksi perikanan nasional pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,57 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari produksi perikanan budidaya sekitar 2,05 juta ton dan perikanan tangkap sebesar 1,52 juta ton, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta musim penangkapan.













