Mengungkap Harta Kekayaan dan Isi Garasi Deklarator KAMI, Said Didu

  • Whatsapp
Said Didu

Jurnalpatrolinews – Jakarta : Polisi telah mengamankan para petinggi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia). Hal tersebut dilakukan karena adanya dugaan terkait kericuhan saat demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja pada minggu lalu.

Tercatat ada 8 petinggi yang telah ditangkap Bareskrim Mabes Polri, yakni Anton Pemana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Kingkin, Devi, Juliana, Wahyu Rasari Putri, dan Khairi Amri. Atas kejadian tersebut KAMI menjadi sorotan.

Bacaan Lainnya

Diketahui, sebelumnya deklarasi terbentuknya KAMI itu berlangsung di Tugu Proklamasi, Selasa 18 Agustus 2020. Saat peresmian organisasi tersebut, sejumlah tokoh besar hadir saalah satunya mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu.

Dalam tayangan Indonesa Lawyers Club (ILC) yang berlangsung di tvOne, Said Didu memiliki alasan kuat bergaabung dengan KAMI. Salah satunya karena khawatir dengan beberapa kondisi di Indonesia, yang menurutnya semakin terancam.

“Jangan menganggap karena Said Didu ada di KAMI, Said Didu ada di luar, maka sakit hati. Ya saya sakit hati, tapi karena melihat angka-angka yang mengancam negara saya,” ucapnya dalam acara tersebut beberapa waktu lalu.

Sebelum bergabung dengan KAMI, Said Didu sudah vokal menyuarakan pendapatnya di muka publik ataupun media sosial. Mantan Sekretaris BUMN itu memang terkenal berani menyikapi kebijakan pemerintah.

Memiliki karir yang cemerlang, tentu membuat kehidupannya sejahtera. Hal itu terlihat dari laporan kekayaannya kepada negara. Berdasarkan data KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Said Didu memiliki harta hingga Rp11,901 miliar pada 2010.

Dari angka tersebut, tanah dan bangunan yang dimilikinya Rp3.726.169.950 miliar. Terbagi menjadi 31 tempat dengan luas tanah dan bangunan yang berbeda-beda, yang sebagian besar berada di Tangerang. Sementara untuk harta bergerak yang dimilikinya seperti alat transportasi dan mesin lainnya disumbang dari 4 kendaraan lansiran Toyota.

Nilai keempat kendaraan tersebut hanya Rp860 juta. Yang terdiri dari Toyota Cygnus dengan tahun produksi 2004 seharga Rp450 juta, kemudian Alphard lansiran 2008 yang diperoleh sendiri dengan harga Rp350 juta, Yaris buatan 2006 seharga Rp60 juta.

Dan yang terakhir adalah Toyota Kijang Innova 2004 yang harganya Rp110 juta saat dilaporkannya pada 1 Juli 2007. Jika melihat dari kendaraan yang dimilikinya, yang menarik perhatian adalah Cygnus yang dilahirkan sebagai mobil Sport Utility Vehicle.

Mobil berdimensi gambot yang lebih dikenal Land Cruiser itu memang menjadi mobil para pejabat di Tanah Air. Saat ini harga bekasnya di angka Rp350-400 jutaan tergantung kondisi. SUV yang memiliki fitur tercanggih dizamannya itu mengendong mesin V8 bensin 4.700cc.  (vv)

Pos terkait