JurnalPatroliNews – Jakarta – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menyatakan bahwa pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto tidak memengaruhi posisi politik partainya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa PDIP tetap mengambil peran sebagai kekuatan penyeimbang di tengah dinamika politik nasional.
“Meski Mas Hasto memperoleh amnesti, sikap politik PDI Perjuangan tidak berubah,” ujar Guntur, menegaskan bahwa partainya tidak akan bergabung ke dalam koalisi pemerintahan maupun berdiri sebagai oposisi.
Menurut Guntur, Indonesia tidak menganut sistem oposisi-koalisi secara kaku seperti di negara lain. Oleh karena itu, PDIP memilih berdiri di tengah dengan mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan konstruktif.
Ia juga menegaskan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bukanlah pemimpin yang bersikap transaksional dalam menentukan arah politik. Megawati, kata Guntur, konsisten mendukung program pemerintah sejauh berpihak pada rakyat.
“Selama kebijakan pemerintah pro-rakyat, kami akan mendukung. Tapi jika tidak, kami tidak akan ragu untuk mengkritik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pidato Megawati dalam Kongres V PDIP yang digelar di Bali pada Sabtu (2/8). Dalam forum itu, Megawati kembali menegaskan bahwa PDIP bukan oposisi dan tidak sekadar mengejar posisi dalam koalisi kekuasaan.
Megawati menyebut PDIP merupakan partai ideologis yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, berpihak kepada kepentingan rakyat, serta tetap menjaga arah pembangunan nasional agar sejalan dengan konstitusi.
“PDIP tidak mendefinisikan dirinya sebagai oposisi, dan juga bukan sekadar membangun koalisi kekuasaan. Kami berdiri atas dasar ideologi, membela rakyat, dan menjadi kekuatan penyeimbang demi menjaga agar pembangunan tetap berada pada rel konstitusi,” kata Megawati.
Dengan posisi tersebut, PDIP menempatkan diri sebagai pengawas aktif jalannya pemerintahan, memastikan setiap kebijakan tetap berpihak kepada rakyat dan tidak melenceng dari cita-cita reformasi dan nilai-nilai yang diwariskan oleh Bung Karno.














