JurnalPatroliNews – Jakarta – Puadi, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), resmi memperkenalkan buku terbarunya yang menyoroti benturan kepentingan antara berbagai aktor politik serta penyelenggara Pemilu 2024. Peluncuran karya ini digelar di sebuah restoran kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 1 November 2025.
Buku tersebut berjudul “Pertarungan Kepentingan: Interaksi Antar Aktor Pengawasan Pemilu.” Puadi menyebut, gagasan dalam buku lahir dari pengalamannya selama menjalankan tugas pengawasan pada Pemilu Serentak 2024.
Dalam pernyataannya pada Minggu, 2 November 2025, Puadi mengungkap bahwa penulisan buku ini berangkat dari kegelisahan yang ia rasakan saat melihat bagaimana elemen-elemen pemilu berinteraksi dan berkompetisi dalam ruang pengawasan.
Mantan anggota Bawaslu DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa perspektif yang dibawa dalam buku berasal dari sudut pandangnya sebagai pengawas pemilu. Naskah ini juga merupakan bagian dari proses akademik yang ia tempuh untuk menyelesaikan studi doktoral di bidang ilmu politik di Universitas Nasional (UNAS).
Ia menuturkan, hasil tulisannya memetakan sejumlah isu krusial pada setiap tahapan pemilu. Di antaranya masalah daftar pemilih tetap (DPT), status mantan narapidana sebagai calon legislatif, netralitas ASN, praktik politik uang, hingga keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.
Isu-isu tersebut dipaparkan untuk menggambarkan bagaimana Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), partai politik, aparat penegak hukum, dan masyarakat saling berinteraksi serta mempertahankan kepentingannya masing-masing selama proses penanganan pelanggaran pemilu.
Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu, Puadi berharap bukunya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas demokrasi Indonesia. Ia juga menilai, pemikiran yang disajikan dalam karyanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan masukan bagi penyempurnaan pelaksanaan pemilu maupun penyusunan RUU Pemilu ke depan.














