JurnalPatroliNews – Jakarta – Bencana banjir yang baru-baru ini melanda Bali kembali membuka mata publik terhadap peliknya persoalan sampah. Tumpukan limbah yang tidak tertangani baik di hulu maupun hilir ditengarai menjadi salah satu pemicu utama musibah tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa sampah yang menyumbat aliran sungai membuat air dengan volume luar biasa tidak bisa terserap. Akibatnya, kawasan padat penduduk terendam banjir, menewaskan 17 orang, sementara lima lainnya masih belum ditemukan.
Menanggapi tragedi itu, Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menekankan perlunya langkah cepat dalam memperbaiki tata kelola sampah.
“Ketika anomali cuaca yang dipicu perubahan iklim bertemu dengan krisis sampah, maka banjir menjadi bencana yang tak terelakkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan, kombinasi faktor tersebut memperburuk dampak banjir di Bali, menimbulkan banyak korban jiwa, serta meninggalkan kerugian besar bagi masyarakat. Menurutnya, kondisi serupa tidak boleh terulang, sehingga strategi antisipasi harus segera dijalankan.
Eddy menegaskan, persoalan sampah yang menimpa kota-kota besar tidak bisa hanya dikelola dengan pola manajemen standar. “Kalau penanganannya hanya sebatas rutinitas tanpa pendekatan krisis, potensi bencana ekologis akan kembali terjadi,” tegas Wakil Ketua Umum PAN itu.
Sebagai upaya nyata, Eddy mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala daerah di berbagai wilayah. Diskusi tersebut bertujuan menggali kendala yang mereka hadapi sekaligus menjaring masukan untuk revisi Peraturan Presiden terkait pengelolaan sampah, khususnya melalui pendekatan waste to energy.
Para kepala daerah, kata Eddy, pada prinsipnya berkomitmen penuh untuk mengatasi masalah sampah. Namun, mereka juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat agar solusi yang diterapkan bisa berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
“Harapannya, dengan kolaborasi lintas pihak, krisis sampah dapat segera diatasi sehingga tidak lagi menjadi pemicu bencana yang membahayakan masyarakat,” pungkasnya.














