Terkesan Bungkam Aspirasi, Pemerintah Dinilai Khawatir Program Tak Terealisasi Karena Banyak Gangguan

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo/Net

JurnalPatroliNews – Masyarakat sipil dan mahasiswa beberapa waktu terakhir seolah dibungkam oleh aparat penegak hukum dengan melakukan penangkapan saat menyampaikan aspirasinya di hadapan presiden.

Hal ini menuai polemik di kalangan masyarakat lantaran bertolak belakang dengan cita-cita demokrasi Indonesia.

BACA JUGA :

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Henry Mendrofa menyampaikan bahwa selama ini presiden mendukung kritik terhadap pemerintah namun di sisi lain pada praktiknya dukungan tersebut tidak sesuai harapan.

“Kalau saya melihatnya begini, Pak Jokowi itu mendukung ya upaya-upaya kritis yang konstruktif. Tapi praktiknya di lapangan, upaya-upaya itu ternyata tidak terealisasi dengan baik,” ucap Henry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/9).

Henry menyampaikan beberapa faktor yang mendorong pemerintah melakukan upaya pembungkaman terhadap masyarakat.

“Faktornya itu ada beberapa hal, pertama itu adalah kekhawatiran pemerintah terhadap gangguan stabilitas sosial dan politik akibat kritik yang terlmapau banyak, itu mereka terganggu,” katanya.

Yang kedua, kata Henry, pemerintah tengah menunjukkan eksistensinya memiliki instrumen negara yang bisa menekan masyarakat atau kelompok kritikus dan intelektual.

“Yang ketiga itu kita lihat ya upaya pemerintah untuk menyolidkan kelompoknya terutama untuk menyukseskan programnya, terutama kit abisa lihat untuk menghimpun kekuatan di parlemen, berarti ada indikasi pemerintah sedang menghimpun kekuatan merealisasikan apa programnya ke depan, itu yang kita tidak tahu di situ,” tandasnya.

(rmol)

Pos terkait